Oknum Perusak Aset PLN di Bonang Harus Ditindak! Foto: Saat konfirmasi ke PLN Rembang, di jalan Pemuda Km 2,4 Ngotet Rembang.
Bratapos / Hukum

Oknum Perusak Aset PLN di Bonang Harus Ditindak!

Terbit : 09-Nov-2025, 14:59 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 61 Kali

Rembang || Jateng.Bratapos.com — Kisruh pembongkaran bangunan kios di kawasan Pasujudan Sunan Bonang, Kabupaten Rembang, terus bergulir. Pembongkaran yang dilakukan oleh pihak Yayasan Sunan Bonang dengan hanya bermodalkan Surat Peringatan (SP) 1 pada Jumat (11/7/2025) lalu, memunculkan gejolak dan polemik di kalangan masyarakat.

Selain meruntuhkan bangunan kios yang dibangun menggunakan anggaran daerah Kabupaten Rembang, oknum dari pihak yayasan juga diduga memutus aliran listrik tanpa izin dan koordinasi dengan pihak PLN maupun pemilik kios. Padahal, sambungan listrik tersebut merupakan listrik pribadi yang dipasang oleh almarhum ibu dari Mbak Fifi, pemilik kios yang menjadi korban pembongkaran.

Setelah dilakukan pelaporan ke PLN Rembang, pihak PLN memastikan bahwa meteran listrik masih aktif dan tidak pernah dilakukan pemutusan resmi dari pihak mereka.

Saat dikonfirmasi di kantor PLN Rembang di Jalan Pemuda Km 2,4 Ngotet, Rembang, Manajer PLN tidak berada di tempat karena sedang dinas luar kota. Namun, staf PLN bernama Aza memberikan penjelasan singkat terkait kejadian tersebut.

“PLN Rembang tidak pernah menerima surat atau permintaan resmi apa pun terkait pemutusan listrik di lokasi Pasujudan Sunan Bonang. Kami justru baru tahu setelah ada laporan dari masyarakat,” ujar Aza saat ditemui di ruang kerjanya.

Aza juga menambahkan bahwa dirinya telah diperintahkan untuk mengamankan meteran listrik yang kini diletakkan di etalase, sekaligus memeriksa jalur listrik yang diduga diputus oleh oknum yayasan tanpa izin.

“Kami akan laporkan temuan ini kepada pimpinan agar segera diambil langkah lebih lanjut,” tambahnya.

Pihak pemilik kios yang merasa dirugikan menuntut agar PLN, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap oknum yang merusak aset negara tersebut.

“Kami hanya ingin keadilan. Aset pribadi kami dirusak tanpa alasan jelas, bahkan listrik yang bukan milik yayasan ikut diputus,” ungkap Mbak Fifi, dengan nada kecewa.

Hingga berita ini diturunkan, Manajer PLN Rembang belum dapat dimintai keterangan resmi. Sementara itu, masyarakat berharap agar kejadian ini segera diselesaikan secara adil untuk menghindari konflik yang lebih panjang di kawasan wisata religi tersebut.


Pilihan Untukmu