Bencana Banjir Meluas, Warga Diminta Waspada Foto : Banjir yang menggenangi rumah warga.
Bratapos / Daerah

Bencana Banjir Meluas, Warga Diminta Waspada

Terbit : 07-Apr-2025, 15:37 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 174 Kali

Jateng.bratapos.com - Sejumlah wilayah di Indonesia dilanda bencana hidrometeorologi basah yang didominasi oleh banjir dan angin kencang. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Senin (7/4), beberapa daerah mengalami dampak cukup signifikan. Data sementara dihimpun dari laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Salah satu wilayah terdampak adalah Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Banjir dan angin kencang menerjang Desa Tabalu, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, pada Minggu (6/4) dini hari. Sedikitnya 115 rumah warga terdampak akibat bencana ini.

“Saat ini banjir sudah mulai surut, dan warga tengah membersihkan rumah serta memperbaiki atap yang rusak,” ujar juru bicara BNPB.

Kondisi serupa juga terjadi di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Banjir melanda beberapa kelurahan dan desa pada Minggu sore, berdampak pada sedikitnya 15 kepala keluarga. Meski belum ada laporan pengungsian, BPBD masih terus mendata dampak kerusakan.

Sementara itu, di Halmahera Timur, Maluku Utara, banjir yang dipicu hujan lebat dan pasang air laut menggenangi dua desa dan merendam 100 rumah serta satu sekolah. Sebagian warga sempat mengungsi secara mandiri, dan kini situasi mulai terkendali.

Selain banjir, longsor juga terjadi di kawasan wisata Watu Ondo, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur. Longsor yang terjadi beberapa hari lalu menyebabkan 10 orang meninggal dunia. Akses jalan penghubung Mojokerto dan Batu pun tertutup total oleh material longsor setinggi 50 meter.

“Kami masih kesulitan evakuasi karena cuaca yang belum mendukung,” ungkap petugas lapangan. Pembersihan akan dilanjutkan hari ini dengan melibatkan berbagai unsur.

BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana, terutama di masa cuaca ekstrem. Masyarakat diminta melakukan mitigasi seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon, dan menyiapkan rencana evakuasi.

Khusus bagi pemudik dan wisatawan, BNPB mengingatkan untuk terus memantau kondisi cuaca, mengikuti arahan petugas, serta mengakses informasi kebencanaan melalui aplikasi InaRISK.


Pilihan Untukmu