Grobogan || jateng.bratapos.com - Di tengah dominasi produk pabrikan di pasar modern, para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Grobogan terus berinovasi menciptakan produk berkualitas. Namun, sudahkah masyarakat memberi dukungan penuh pada produk lokal? Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, S.Sos., M.Si, menegaskan pentingnya keberpihakan terhadap UMKM.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, terutama ASN, untuk lebih mengutamakan produk lokal dalam berbagai kesempatan,” ujarnya saat mengunjungi lokasi pemasaran UMKM baru-baru ini.
UMKM Grobogan menawarkan beragam produk unggulan yang menjawab kebutuhan pasar. Di sektor pangan, inovasi seperti beras rasteja, beras analog berbahan jagung dan singkong yang cocok bagi penderita diabetes serta beras porang dan mie porang sebagai alternatif rendah kalori semakin diminati.
Selain itu, Grobogan juga memiliki kedelai sangrai non-GMO, aneka camilan khas seperti roti Jaladara, ceriping sukun, dan keripik singkong yang diolah dengan standar tinggi.
Tak hanya di sektor kuliner, industri fesyen lokal juga berkembang pesat dengan Batik Grobogan yang mengusung motif khas daerah. Untuk mendukung pertumbuhan UMKM, Techno Park Pangan Grobogan di Wirosari hadir sebagai pusat pembinaan dan pendampingan bagi para pelaku usaha.
“Kami membantu UMKM meningkatkan daya saing dengan pelatihan, riset, dan pengembangan produk,” ungkap salah satu pengelola Techno Park.
Guna mempermudah akses pasar, berbagai produk lokal kini tersedia di gerai UMKM di Jalan Hayam Wuruk, Purwodadi. Selain itu, sistem pembayaran digital terus didorong guna meningkatkan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), menjadikan transaksi lebih praktis dan transparan.
Mendukung UMKM bukan sekadar soal belanja, melainkan langkah nyata membangun kemandirian ekonomi daerah. Jika bukan kita yang mendukung, siapa lagi?