Jakarta || jateng.bratapos.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan bahwa ada minat dari investor swasta untuk membangun Jalan Tol Semarang Harbour. Rencana ini mencakup penghubung jalan tol Semarang-Demak yang direncanakan akan terintegrasi dengan Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall/GSW).
Direktur Jalan Bebas Hambatan Ditjen Bina Marga Kementerian PU, Wilan Oktavian, mengatakan bahwa proyek ini merupakan prakarsa dari PT Sumber Mitra Jaya dan diperkirakan panjangnya akan mencapai 20,16 km dengan investasi sekitar Rp 13,3 triliun.
“Jalan tol Semarang Harbour ini diharapkan akan melindungi kota Semarang dengan tanggul laut dan terhubung ke jalan utara Jawa,” ujar Wilan pada Rabu (12/3/2025). Namun, rute detail dari tol ini masih dalam penyusunan studi kelayakan.
Wilan juga menyebutkan bahwa proyek ini mungkin akan terintegrasi dengan Giant Sea Wall, meskipun hal itu masih dalam tahap interpretasi. “Semarang Harbour memiliki konsep yang mirip dengan Semarang-Demak, yaitu mengintegrasikan tanggul laut dengan jalan tol,” jelasnya.
Proyek ini telah direncanakan sejak era pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dengan dokumen pra-FS diajukan pada Juni 2018, perjanjian KPBU ditandatangani pada September 2024, dan Financial Close (FC) dijadwalkan pada Maret 2025.
Jalan tol ini diprakarsai oleh konsorsium PT Sumber Mitra Jaya dan PT Waskita Toll Road dengan nilai investasi mencapai Rp 13,35 triliun.