Kapolri Minta Maaf atas Aksi Kekerasan Ajudannya Terhadap Jurnalis di Semarang Foto : Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Bratapos / Daerah

Kapolri Minta Maaf atas Aksi Kekerasan Ajudannya Terhadap Jurnalis di Semarang

Terbit : 09-Apr-2025, 15:00 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 147 Kali

Semarang || jateng.bratapos.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden kekerasan yang dilakukan salah satu ajudannya terhadap pewarta foto LKBN ANTARA, Makna Zaezar, saat meliput kunjungan Kapolri di Stasiun Tawang, Semarang, pada Sabtu (5/4).

Dalam pernyataannya, Kapolri mengungkapkan penyesalan mendalam atas tindakan yang mencoreng hubungan baik antara institusi kepolisian dengan insan pers. Ia menegaskan bahwa Polri akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan.

“Saya sangat menyesalkan insiden tersebut. Hubungan Polri dan media selama ini terjalin baik. Saya sudah perintahkan agar kejadian ini diusut tuntas,” tegasnya.

Korban, Makna Zaezar, mengaku mengalami kekerasan fisik berupa pukulan di kepala serta intimidasi verbal saat mengambil gambar kegiatan Kapolri. Pelaku, yang diketahui bernama Ipda Endry Purwa Sefa, telah menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Zaezar di Kantor ANTARA Semarang. Ia mengakui kesalahannya dan berjanji untuk bersikap lebih profesional dalam menjalankan tugas ke depan.

Namun, permintaan maaf itu tidak serta-merta meredakan kecaman dari organisasi profesi jurnalis. AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Semarang dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Semarang mengecam keras tindakan kekerasan tersebut.

Mereka menuntut pertanggungjawaban terbuka dari institusi kepolisian serta evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengamanan pejabat publik.

“Tindakan kekerasan terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun. Ini adalah pelanggaran terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk mendapatkan informasi,” tegas perwakilan AJI Semarang.

Mabes Polri menyatakan komitmennya untuk mengusut kasus ini dan menegaskan bahwa pers merupakan mitra penting dalam demokrasi.

Polri juga berjanji akan memperkuat edukasi dan pelatihan kepada personel di lapangan agar mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap tugas pengamanan.

Insiden ini menjadi pengingat penting bahwa perlindungan terhadap jurnalis harus dijamin, terlebih saat menjalankan tugas di ruang publik.


Pilihan Untukmu