Kridhaning Dhuwung: Pelestarian Budaya Keris di Grobogan Hari Jadi ke-299 Foto : Acara budaya Pagelaran Kridhaning Dhuwung Grobogan Bumi Pepali, Jum'at ( 11/04/2025).
Bratapos / Daerah

Kridhaning Dhuwung: Pelestarian Budaya Keris di Grobogan Hari Jadi ke-299

Terbit : 15-Apr-2025, 14:50 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 149 Kali

Grobogan || jateng.bratapos.com – Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan, digelar sebuah acara budaya bertajuk Pagelaran Kridhaning Dhuwung Grobogan Bumi Pepali, yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (11/4/2025) di Gedung Serbaguna Dewi Sri Purwodadi. Ribuan bilah keris dari berbagai daerah di Nusantara dipamerkan, membawa serta kisah, filosofi, dan nilai historis yang memperkaya warisan budaya bangsa.

Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi, yang didampingi Wakil Bupati Sugeng Prasetyo serta jajaran Forkopimda. Dalam sambutannya, Setyo Hadi menegaskan pentingnya pelestarian keris bukan hanya sebagai benda pusaka, tetapi sebagai identitas budaya. “Pusaka ini bukan sekadar bilah logam, ia membawa nilai kearifan dan filosofi hidup yang penting dikenalkan kepada generasi muda,” ujarnya.

Pagelaran ini juga menghadirkan bursa tosan aji bertajuk Nggugah Pusaka Bumi Pepali, diikuti lebih dari 125 peserta. Ribuan keris dari era Singosari hingga Medang Kemulan dipamerkan, terbagi dalam dua sesi, yakni koleksi paguyuban lokal dan koleksi para pebursa dari berbagai daerah, seperti Jakarta, Madura, hingga Palembang. Tak hanya keris, turut dipamerkan pula batu akik serta aksesori pusaka lainnya.

Menariknya, keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam kegiatan ini cukup kuat. Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda, Kurnia Saniadi, M.Si., bahkan turut memamerkan koleksi pusaka pribadinya.

Sementara itu, Sekda Grobogan Anang Armunanto menunjukkan dukungan terhadap produk lokal dengan membeli cincin batu King Safir dari pelaku UMKM yang ikut serta dalam pameran.

Melalui kolaborasi antara ASN, komunitas seperti Oemah Keris Grobogan, Grobogan Bumi Pepali, dan Senapati Nusantara, acara ini menjadi lebih dari sekadar pameran. Ia adalah ruang edukasi dan refleksi bahwa budaya tak hanya disimpan dalam museum atau upacara, tetapi terus hidup melalui aksi nyata lintas generasi.


Pilihan Untukmu