Lansia Bungkuk Panjat Pohon Aren Demi Hidupi Istri Foto : Abah Tamami memanjat pohon aren setinggi 15 meter untuk mendapatkan kolang kaling.
Bratapos / Daerah

Lansia Bungkuk Panjat Pohon Aren Demi Hidupi Istri

Terbit : 13-Mar-2025, 15:39 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 237 Kali

Jateng.bratapos.com - Abah Tamami, seorang penjual kolang kaling berusia 68 tahun, menjalani kehidupan yang penuh perjuangan demi menafkahi istrinya. Setiap hari, Abah harus memanjat pohon aren setinggi 15 meter untuk mendapatkan kolang kaling. Meski pohon tersebut bukan miliknya, Abah harus membayar sekitar 2.000 rupiah per pohon kepada tetangganya.

“Cuaca harus dipastikan dulu, kalau hujan saya tidak jadi panjat karena pohonnya licin,” ujar Abah. Ia mengingat kembali insiden tahun 2012 ketika ia jatuh dari pohon kolang kaling dan mengalami cedera serius yang membuat punggungnya patah dan bengkok.

Walaupun usahanya kadang sepi pembeli, Abah tetap berjuang. “Dulu pernah jualan sepi, saya harus berpuasa dan menahan lapar. Kolang kaling yang dibawa pulang biasanya saya buang karena sudah tidak enak dilihat,” cerita Abah dengan rasa pasrah.

Abah kini tinggal di rumah panggung bersama istrinya, dan meskipun sudah lansia, ia merasa berkewajiban untuk terus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Harapan Abah kini adalah memiliki modal tambahan untuk berdagang dan tanah untuk berkebun, mengingat ia tidak memiliki kebun sama sekali.


Pilihan Untukmu