Masjid Eropa-Jawa di Pati: Keunikan Arsitektur dan Tradisi Ramadan Foto : Masjid Djauharotul Imamah di Pati, menawarkan keunikan dengan memadukan arsitektur eropa dan jawa.
Bratapos / Daerah

Masjid Eropa-Jawa di Pati: Keunikan Arsitektur dan Tradisi Ramadan

Terbit : 14-Mar-2025, 12:59 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 179 Kali

Pati || jateng.bratapos.com - Masjid Djauharotul Imamah di Pati, Jawa Tengah, menawarkan keunikan dengan memadukan arsitektur Eropa dan Jawa, menjadikannya sebuah destinasi menarik. Terletak di Jalan Kaborongan, Kelurahan Pati Lor, masjid yang berdiri sejak 2011 ini mengusung desain yang mirip dengan kastil Eropa, namun tetap mempertahankan unsur tradisional Jawa.

Wakil Ketua Takmir Masjid Djauharotul Imamah, Hamzah, menjelaskan bahwa masjid ini dibangun oleh pasangan suami istri, Mbah Johar Malikan dan Imam Sulaini, yang mewakafkannya untuk masyarakat setempat. Nama masjid sendiri diambil dari gabungan nama kedua pendirinya. “Masjid ini memiliki arsitektur campuran, Eropa dan Jawa,” kata Hamzah saat berbincang dengan detikJateng pada Kamis (6/3/2025).

Masjid ini menampilkan elemen Eropa dengan desain bangunan yang menyerupai kastil, serta dilengkapi dengan gebyok kayu berukir khas Jawa pada bagian lantai atas, yang menjadi tempat imam. Masjid ini menghabiskan biaya pembangunan sekitar Rp 1 miliar.

Dengan dua lantai, lantai bawah masjid digunakan untuk aula dan tempat wudu, sementara lantai atas difungsikan untuk ibadah salat. Masjid ini mampu menampung lebih dari 100 jemaah, dan fasilitas taman di belakang masjid menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat atau berfoto.

Selama bulan Ramadan, masjid ini rutin mengadakan acara buka bersama setiap hari, dengan menyediakan 300 hingga 500 porsi makanan berbuka puasa yang diperuntukkan bagi jemaah dan warga umum. “Kami menyediakan 300 porsi makanan buka puasa setiap hari, dan target kami tahun ini bisa mencapai 500 porsi,” ujar Hamzah. Kegiatan ini juga mengundang tukang ojek dan tukang sapu yang melintas untuk berbuka puasa di masjid.

Sumber dana untuk acara buka bersama ini berasal dari donasi jemaah, yang setiap harinya berjumlah sekitar Rp 7,5 juta. Selama sebulan penuh, total anggaran untuk kegiatan buka puasa bisa mencapai Rp 200 juta. Salah satu warga setempat, Erik Setiawan, mengungkapkan, “Saya rutin ke sini karena ada pengajian sebelum berbuka puasa, lalu salat tarawih berjamaah.”


Pilihan Untukmu