Muhammadiyah dan Aisyiyah Se-Ex Karesidenan Kedu Ikuti  Kajian Ramadhan dan Dialog Ideopolitor di Wonosobo Foto : Kajian Ramadhan dan Dialog Ideopolitor di lima eks Karesidenan.
Bratapos / Daerah

Muhammadiyah dan Aisyiyah Se-Ex Karesidenan Kedu Ikuti Kajian Ramadhan dan Dialog Ideopolitor di Wonosobo

Terbit : 19-Mar-2025, 22:34 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 164 Kali

Wonosobo || jateng.bratapos.com -Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mengadakan Kajian Ramadhan dan Dialog Ideopolitor di lima eks Karesidenan, termasuk Karesidenan Kedu. Acara untuk wilayah Kedu ini berlangsung di Gedung Adipura, Kabupaten Wonosobo, pada Rabu (19/3/2025) dan dihadiri oleh 1.150 peserta dari berbagai Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kedu Raya.

Ketua panitia, Basuki, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman ideologi politik, keagamaan, serta peran Muhammadiyah dalam membangun masyarakat Islam yang berkemajuan. “Melalui kajian ini, kita ingin memperdalam wawasan tentang ideologi dan ajaran Muhammadiyah agar semakin relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.

Acara ini dibuka oleh Ketua PDM Wonosobo, Bambang WEN, serta dimeriahkan oleh bazar UMKM Aisyiyah Wonosobo di stand Pojok Aisyiyah. Beragam produk makanan serta hasil binaan Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) dari Kelompok Wanita Tani Tegalrejo, Magelang, turut dipamerkan.

Selain itu, siswa-siswi SD Muhammadiyah Wonosobo menampilkan tari Saman yang semakin menyemarakkan suasana.

Dalam sesi kajian, Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Abduh Hisyam, menekankan pentingnya memahami ajaran agama dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani sebagai pedoman hidup warga Muhammadiyah. Sementara itu, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Dien Syamsudin, membahas peran Muhammadiyah dalam membangun masyarakat.

“Kedisiplinan, kerja keras, keuletan, dan penghargaan atas waktu adalah kunci keberhasilan, baik dalam organisasi maupun individu,” tegasnya.

Selain Dien Syamsudin, sejumlah pembicara lainnya seperti Bachtiar Dwi Kurniawan, Ustadz Jumari, Andi Triyanto, dan perwakilan Lazismu Jawa Tengah turut membahas tantangan ideologi Muhammadiyah di era modern serta tugas kader dalam menyebarkan syiar di masyarakat.


Pilihan Untukmu