Operasi Aman Candi 2025, Polda Jateng Tangkap 916 Pelaku Premanisme Foto : Konferensi pers ungkap 711 kasus premanisme dan amankan 916 tersangka sepanjang pelaksanaan Operasi Aman Candi 2025.
Bratapos / Daerah

Operasi Aman Candi 2025, Polda Jateng Tangkap 916 Pelaku Premanisme

Terbit : 05-Jun-2025, 10:26 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 132 Kali

Semarang || Jateng.Bratapos.com – Polda Jawa Tengah resmi menutup pelaksanaan Operasi Aman Candi 2025 yang digelar sejak 12 hingga 31 Mei lalu. Sepanjang operasi, aparat berhasil mengungkap 711 kasus premanisme dan mengamankan 916 tersangka dari berbagai wilayah di provinsi tersebut.

Wakapolda Jateng, Brigjen Pol Latif Usman, dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Selasa (3/6/2025), menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk keseriusan Polri dalam menciptakan rasa aman di masyarakat dan menjaga iklim investasi.

“Kegiatan pemberantasan premanisme ini dilakukan oleh satgas gabungan yang juga bekerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujarnya.

Dari 711 kasus yang berhasil diungkap, 184 di antaranya merupakan target operasi (TO), sementara 517 kasus bersifat non-TO. Sebanyak 276 kasus telah naik ke tahap penyidikan dan 435 lainnya dilakukan pembinaan terhadap pelaku.

Adapun jumlah tersangka yang diamankan sebanyak 916 orang, terdiri dari 888 laki-laki dan 28 perempuan. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti 23 mobil, 65 sepeda motor, 59 ponsel, serta 100 senjata tajam. Tak hanya itu, sebelas organisasi masyarakat (ormas) turut teridentifikasi terlibat dalam sejumlah kasus.

Beberapa kasus mencolok yang berhasil diungkap antara lain aksi pemerasan berkedok wartawan di Hotel Alam Indah Gombel Semarang, pengrusakan aset PT KAI oleh anggota ormas, tawuran gangster perempuan di Jalan Kokrosono, hingga dugaan penipuan oleh pasangan suami-istri pengurus ormas di Blora.

Meski operasi telah usai, Brigjen Latif menegaskan bahwa tindakan tegas terhadap premanisme akan terus dilakukan. “Ini sebagai bentuk komitmen Polda Jateng untuk menjaga keamanan dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Pihak kepolisian juga akan melanjutkan patroli, penyuluhan, penjagaan, dan pengawalan di pusat-pusat kegiatan masyarakat serta kawasan industri. Langkah ini dilengkapi dengan upaya intelijen dan pencegahan.

“Kami mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan praktik premanisme. Dukungan publik sangat penting agar Jawa Tengah benar-benar bersih dari aksi seperti ini,” pungkas Wakapolda.


Pilihan Untukmu