Kudus || jateng.bratapos.com – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Merah Putih (MP) Kabupaten Kudus menggelar sosialisasi PADIGITAL, sebuah platform digital yang diyakini dapat membantu petani mengakses pasar secara langsung tanpa perantara tengkulak. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 11 Maret 2025, di Aula Balai Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, dan dihadiri oleh 45 peserta yang terdiri dari perangkat desa, petani, serta tim PADIGITAL dari Jakarta.
Ketua PPDI MP Jawa Tengah, Moh Sugianto, menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah meningkatkan kesejahteraan petani dan perangkat desa melalui kerja sama dengan PADIGITAL. Ia menyoroti praktik para tengkulak yang selama ini dianggap merugikan petani.
“Dihadirkannya PADIGITAL di Kudus dan dilakukannya MoU ini adalah langkah untuk mensiasati permainan harga oleh tengkulak, terutama saat panen raya,” ungkap Sugianto.
PADIGITAL sendiri merupakan platform digital yang berfungsi sebagai pasar terbuka, memungkinkan petani menentukan harga jual produk mereka secara langsung. Selama ini, petani cenderung hanya menjadi penerima harga yang sudah ditentukan oleh tengkulak. Dengan adanya platform ini, mereka bisa menjangkau pasar besar seperti Pasar Induk Cipinang dan bahkan pasar nasional.
Salah satu narasumber dari PADIGITAL pusat, Diah Ayu Kemuning yang akrab disapa Rara, menyampaikan, “Dengan PADIGITAL, petani bisa langsung mengakses pasar tanpa harus melalui tengkulak. Ini membuka peluang yang lebih luas bagi mereka.”
Sementara itu, Jefri dari tim PADIGITAL menambahkan bahwa platform ini juga bertujuan mendorong tercapainya swasembada pangan nasional serta menjaga kestabilan harga produk pertanian, baik sebelum maupun saat panen raya.
Ia berharap kehadiran PADIGITAL bisa menjadi titik balik bagi para petani dalam memperjuangkan nilai jual hasil pertaniannya.