Parade Sewu Kupat Dibidik Masuk Rekor MURI Foto : Tradisi tahunan Parade Sewu Kupat yang digelar di lereng Gunung Muria.
Bratapos / Daerah

Parade Sewu Kupat Dibidik Masuk Rekor MURI

Terbit : 08-Apr-2025, 15:21 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 170 Kali

Kudus || jateng.bratapos.com - Pemerintah Kabupaten Kudus tengah menyiapkan langkah besar untuk mengangkat tradisi budaya lokal ke panggung nasional. Tradisi tahunan Parade Sewu Kupat yang digelar di lereng Gunung Muria, tepatnya di Desa Colo, Kecamatan Dawe, akan diusulkan masuk Rekor MURI pada tahun 2026 mendatang. Tradisi ini telah berlangsung sejak 2007 dan digelar setiap hari kedelapan setelah Idul Fitri atau saat Lebaran Ketupat.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengungkapkan rencana tersebut saat menghadiri Parade Sewu Kupat pada Senin (7/4/2025). Ia menilai, kegiatan ini telah berkembang menjadi ajang kebudayaan yang tak hanya religius tetapi juga memperkuat identitas masyarakat Kudus. “Tahun 2026 nanti akan kami usulkan agar Sewu Kupat bisa masuk Rekor MURI,” ujar Sam’ani.

Mutrikah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kudus, turut menyambut baik wacana tersebut. Ia mengatakan pihaknya tengah menyusun konsep dan melakukan komunikasi dengan masyarakat serta pemangku kepentingan agar pencatatan rekor bisa terealisasi.

“Kami akan komunikasikan dengan masyarakat, stakeholder terkait bagaimana agar Sewu Kupat ini bisa tercatat di Rekor MURI,” katanya.

Tika, sapaan akrab Mutrikah, menyebut akan ada inovasi dalam penyajian parade. Salah satunya dengan menyusun gunungan ketupat, lepet, dan hasil bumi secara artistik sepanjang jalur parade. “Bukan hanya dikirab, ke depan kita susun gunungan itu secara estetik dari kawasan Makam Sunan Muria hingga ke Taman Ria,” jelasnya.

Dengan dukungan lanskap alam Gunung Muria yang asri, nuansa religius dari makam Sunan Muria, serta kekayaan budaya lokal, Parade Sewu Kupat Kudus diyakini memiliki potensi kuat menjadi ikon budaya nasional.

“Kudus punya kekuatan alam dan budaya yang tidak dimiliki daerah lain. Jika dikemas maksimal, Parade Sewu Kupat bisa menjadi pengalaman wisata yang tak terlupakan,” pungkas Mutrikah.


Pilihan Untukmu