Yogyakarta || jateng.bratapos.com - Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY menggelar pemantauan harga dan pasokan bahan pangan serta LPG 3 kg di Kota Yogyakarta menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1446 H. Pemantauan ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga dalam kondisi aman dan mencukupi.
Langkah tersebut diambil untuk menjaga inflasi dan daya beli masyarakat, agar masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY sekaligus Ketua Pelaksana Harian TPID DIY, Beny Suharsono, menjelaskan bahwa stok bahan pangan yang cukup dan harga yang terjangkau harus dijaga agar tidak terjadi inflasi. “Jika stok berkurang, harga akan naik, dan jika stok tersedia tapi daya beli menurun, deflasi bisa terjadi,” kata Beny.
Ia juga menambahkan bahwa pemantauan ini sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi DIY yang tercatat tumbuh 5,03 persen pada 2024.
Beny menekankan pentingnya mengontrol inflasi menjelang Lebaran dan libur panjang. “Untuk itu, kami melakukan pemantauan di Pasar Beringharjo dan pangkalan resmi LPG bersubsidi di Kota Yogyakarta, termasuk memeriksa volume taksiran minyak dan isian gas bersubsidi,” ujarnya.
Pemantauan ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Ibrahim, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, TPID DIY dan Kota Yogyakarta, serta Satgas Pangan Polda DIY. Pemantauan dilakukan di dua lokasi, yaitu Pasar Beringharjo dan Pangkalan LPG 3 kg Ngaisyah di Jl. KS Tubun, Yogyakarta.