Semarang || Jateng.Bratapos.com – Pasangan suami istri Sunoto dan Sofiyati, warga Desa Kawengen, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, merasa lega setelah rumah mereka akhirnya mendapat bantuan perbaikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan tersebut diberikan setelah Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Ahmad Luthfi mengunjungi kediaman mereka pada Selasa, 10 Juni 2025.
Kondisi rumah yang mereka tempati selama 13 tahun itu sebelumnya memprihatinkan. Dinding kayu sudah lapuk, rangka atap keropos, dan sering bocor saat hujan. “Kalau hujan bocor, airnya masuk semua,” kata Sofiyati.
Sunoto mengaku tak mampu memperbaiki rumah karena penghasilannya sebagai buruh bangunan hanya cukup untuk kebutuhan harian. “Penghasilan saya kurang dari satu juta sebulan,” ujarnya.
Rumah peninggalan orang tua Sunoto itu kini terdaftar sebagai salah satu dari 371 unit rumah tak layak huni (RTLH) yang akan diperbaiki di Kabupaten Semarang tahun ini.
“Terima kasih sekali sudah dibantu diperbaiki rumah saya. Perasaan senang banget, alhamdulillah,” ucap Sunoto.
Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, program renovasi RTLH merupakan bagian dari strategi Pemprov Jateng untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Target tahun 2025 adalah memperbaiki 17.000 unit RTLH di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
“Ini memperbaiki rumah yang sudah ada, bukan membuat dari baru,” tegasnya.