Semarang || jateng.bratapos.com – Polda Jawa Tengah menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Ketupat Candi 2025 di Posko Terpadu Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, pada Kamis (20/3/2025). Operasi ini bertujuan untuk memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, serta pengamanan tempat ibadah dan kawasan wisata selama Idul Fitri.
Latpraops ini dipimpin oleh Karo Ops Polda Jateng, Kombes Pol Basya Radyananda, serta dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Jateng, para Kapolres, Kabag Ops, Kasat Lantas, dan Kasat Samapta dari 35 Polres se-Jawa Tengah. Dalam paparannya, Kombes Pol Basya menyebutkan bahwa 14.693 personel akan dikerahkan, terdiri dari anggota Polda Jateng, Polres jajaran, dan instansi terkait.
“Pengamanan tahun ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu arus mudik dan balik, kawasan wisata, serta ibadah Idul Fitri,” ujarnya.
Salah satu strategi utama dalam operasi ini adalah Strategi Aglomerasi, yang membagi wilayah Jawa Tengah menjadi lima zona untuk memudahkan koordinasi antarpolres. Setiap zona akan memiliki penanggung jawab masing-masing, seperti Kapolresta Banyumas untuk wilayah Banyumas hingga Pemalang dan Kapolrestabes Semarang untuk wilayah Kota Semarang dan sekitarnya.
Dirlantas Polda Jateng, Kombes Pol Sony Irawan, menambahkan bahwa lonjakan arus mudik diperkirakan meningkat 1,2% dari tahun sebelumnya, dengan puncak arus mudik pada 28 Maret 2025 dan puncak arus balik pada 6 April 2025.
“Sekitar 66,4% kendaraan diprediksi masuk melalui Kalikangkung, sementara jalur Solo-Jogja mengalami lonjakan hingga 47,9%,” ungkapnya.
Dengan strategi pengamanan yang telah disusun, Polda Jateng berharap Operasi Ketupat Candi 2025 dapat berjalan lancar, sehingga masyarakat dapat mudik dengan aman dan nyaman.