Ratusan Karyawan PT Samwon Ancam Mogok Kerja, Ini Alasannya Foto : Pengumuman revisi cuti yang di keluarkan oleh pihak Management PT Samwon Busana Indonesia Jepara.
Bratapos / Daerah

Ratusan Karyawan PT Samwon Ancam Mogok Kerja, Ini Alasannya

Terbit : 29-Mar-2025, 11:31 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 513 Kali

Jepara || jateng.bratapos.com - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 H, ratusan karyawan PT Samwon Busana Indonesia Jepara mengancam akan mogok kerja. Aksi ini dipicu oleh pengumuman revisi cuti yang dikeluarkan oleh manajemen perusahaan, yang menetapkan libur Lebaran hanya dari 31 Maret hingga 2 April 2025. Karyawan diwajibkan kembali bekerja pada 3 April 2025, dengan konsekuensi pemotongan gaji atau cuti tahunan bagi yang tidak masuk.

Dalam revisi tersebut, libur nasional ditetapkan pada 31 Maret dan 1 April 2025, sedangkan 2 April 2025 dianggap sebagai cuti bersama. Karyawan dengan masa kerja kurang dari satu tahun akan mengalami pemotongan gaji jika mengambil cuti di tanggal tersebut, sementara mereka yang telah bekerja lebih dari satu tahun akan dipotong cuti tahunannya.

Selain itu, manajemen menegaskan bahwa pada 3 dan 4 April 2025, seluruh karyawan harus masuk seperti biasa, dan mereka yang absen tanpa keterangan akan dikenai sanksi sesuai aturan perusahaan.

Keputusan ini menuai protes karena bertentangan dengan tradisi masyarakat Jepara yang biasanya menikmati libur Lebaran selama tujuh hari. Karyawan meminta agar manajemen menambah hari libur untuk menyesuaikan dengan kebiasaan masyarakat setempat.

“Ratusan karyawan meminta revisi cuti bersama untuk ditambah, yang semula hanya sampai 2 April 2025 dan pada 3 serta 4 April 2025 harus masuk seperti biasa, agar ditinjau kembali,” ujar AN (31), salah satu karyawan PT Samwon Busana Indonesia Jepara, pada Jumat (28/03/2025).

PT Samwon Busana Indonesia merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi pakaian untuk ekspor dan pernah memiliki hingga 1.450 karyawan. Hingga saat ini, para pekerja masih menunggu respons dari manajemen terkait tuntutan mereka.


Pilihan Untukmu