Semarang || Jateng.Bratapos.com – Taj Yasin Maimoen kembali dipercaya menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2025–2030 mendampingi Ahmad Luthfi, setelah pasangan ini menang dalam Pilgub Jateng 2024 dengan perolehan 5.524.757 suara.
Sebelum aktif di politik, Taj Yasin lebih dulu dikenal sebagai wiraswasta. Karier politiknya dimulai saat menjabat Wakil Ketua DPW PPP Jawa Tengah. Pada usia 31 tahun, ia terpilih sebagai anggota DPRD Jateng periode 2014–2019 mewakili Dapil Jateng 3, yang mencakup Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan. Saat itu, ia duduk di Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Taj Yasin lahir di Rembang pada 2 Juli 1983. Ia merupakan putra dari ulama kharismatik KH. Maimun Zubair (Mbah Moen), dan sejak 2010 aktif sebagai pengajar di Pondok Pesantren Al-Anwar, Sarang.
Riwayat pendidikannya dimulai dari MI, MTs, dan MA di Sarang, sebelum melanjutkan ke Universitas Ahmad Kaftaro, Damaskus. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi keislaman dan kepemudaan, baik di dalam negeri maupun saat menempuh pendidikan di Suriah.
Program Unggulan: Sekolah Gratis bagi Siswa Miskin
Mengawali masa jabatannya, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin meluncurkan program 100 hari kerja berupa kemitraan dengan sekolah swasta untuk memberikan akses pendidikan gratis bagi siswa miskin. Total ada 139 SMA/SMK swasta yang diajak bekerja sama, dengan tambahan kuota penerimaan murid baru sebanyak 5.004 kursi.
"Ini gratis bagi siswa miskin di sekolah swasta yang ditunjuk. Pemprov telah mengalokasikan Rp 2 juta per siswa," ujar Luthfi, saat peresmian program di Kawasan Olahraga Jatidiri, Semarang, 19 Mei 2025.
Sekolah yang dipilih harus terakreditasi minimal B, memiliki sarana memadai, serta bersedia tidak melakukan pungutan kepada peserta program. Menurut Luthfi, “Pendidikan ini merupakan investasi masa depan. Ini yang pertama di Indonesia sekaligus menunaikan janji politik kami.”
Program ini mendapat dukungan DPRD Jateng. Anggota Komisi E Yudi Indras Wiendarto menyebut langkah ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional. “Hari ini Pemprov Jateng sudah mulai dulu. Ini bisa menjadi percontohan,” katanya.
Jumlah total daya tampung siswa baru tahun ajaran 2025/2026 di Jateng naik menjadi 230.163 kursi, meningkat 6.393 dari tahun sebelumnya. Penerimaan akan diprioritaskan untuk siswa dari keluarga miskin, anak panti, penyandang disabilitas, dan anak tidak sekolah (ATS).
Tahapan penerimaan berlangsung sejak akhir Mei hingga awal Juli 2025, dan tahun ajaran baru dimulai pada 14 Juli 2025.