Kulon Progo||jateng.bratapos.com - Jalan provinsi penghubung Kabupaten Kulon Progo, DIY, dengan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, terdampak longsor. Separuh badan jalan di ruas Sentolo-Nanggulan, tepatnya di Dusun Setan, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, amblas sehingga tidak bisa dilewati kendaraan.
Kerusakan jalan ini berawal dari retakan yang terus membesar hingga akhirnya longsor. Longsor terjadi pada Selasa (17/12/2024) dini hari, setelah sebelumnya hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
"Kemarin pagi itu baru retak sampai pagar. Tapi sekitar jam 4 pagi tadi, longsor lagi hingga memakan hampir separuh badan jalan," ungkap Toto, warga sekitar.
Toto menjelaskan bahwa kondisi tanah di lokasi tersebut memang labil dan rawan longsor, dengan kejadian serupa pernah terjadi pada 2014.
"Ini tanahnya labil, pernah longsor juga dulu. Mungkin karena hujan deras, air menggenang, dan beban tanah bertambah berat," tambahnya.
Penutupan jalan secara total berdampak signifikan pada mobilitas masyarakat, terutama pelajar dan pedagang yang menggunakan jalur tersebut setiap hari.
"Ini jalan utama, setiap pagi hingga malam selalu ramai. Penutupan tentu mengganggu aktivitas masyarakat," jelas Toto.
Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo, Taufiq Prihadi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, kepolisian, DPUPESDM DIY, dan BBWSSO. Saat ini, jalur alternatif menggunakan jalan kabupaten di sekitar lokasi telah disiapkan untuk mengurangi dampak bagi pengguna jalan.
"Penanganan jalan ini memerlukan waktu lama, mengingat kondisi tanah dan rekahan yang berbahaya. Kami berharap kolaborasi antarinstansi bisa mempercepat proses pemulihan," ujar Taufiq.
Taufiq menambahkan bahwa longsor ini berpotensi terjadi kembali jika hujan deras turun, karena rekahan akan terisi air dan menambah beban jalan.
"Di samping ini langsung jurang, sehingga potensi longsor sangat tinggi," tambahnya.
Jalan ini merupakan akses utama yang menghubungkan wilayah selatan dan timur Kulon Progo dengan Kabupaten Magelang. Lokasinya yang berdekatan dengan aliran Sungai Progo menjadi salah satu faktor kerawanan longsor.
Pemerintah berharap perbaikan dapat segera dimulai agar akses jalan kembali normal, dan masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya di sekitar lokasi.