Blora - Tiga pasang kaki terus melangkah mantap menyusuri aspal Kecamatan Cepu, Blora, Jumat (24/4/2026).
Mereka bukan atlet yang sedang mengejar medali, melainkan Gary, Sam, dan Kelly Bencheghib—tiga bersaudara asal Prancis yang telah menganggap Indonesia sebagai rumah mereka.
Membawa misi bertajuk “Run River”, kakak beradik pendiri Sungai Watch ini sedang menempuh perjalanan luar biasa: berlari 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta.
Bagi mereka, berlari sejauh 25-30 kilometer setiap hari bukan sekadar soal fisik.
"Kalau naik kendaraan, kita hanya lewat. Tapi dengan berlari, kami bisa berhenti, menatap mata warga, berbicara, dan berbagi keresahan tentang sungai kita," ujar Gary dengan nada tulus.
Keprihatinan mereka berakar pada kenyataan pahit: 80 persen sampah di laut berasal dari sungai yang tak terawat.
Namun, di Cepu, aksi mereka berubah menjadi pesta kolaborasi yang menyentuh. Tidak hanya sekadar orasi, mereka terjun langsung memunguti sampah di Sungai Megal dan menanam bibit pohon di Embung Lebok.
Suasana haru sekaligus penuh semangat terlihat saat ibu-ibu PKK dan komunitas lokal bahu-membahu bersama trio Prancis ini.
Sebanyak 100 bibit pohon, mulai dari Ketapang Kencana hingga Alpukat Aligator, ditanam sebagai pertanda pergerakan mereka.
Sam, yang akrab disapa Samsudin oleh rekan-rekan lokalnya, bercerita bahwa ini adalah hari ke-27 perjalanan mereka.
Meski kaki mungkin terasa berat setelah menempuh 600 kilometer sejak dari Bali, semangat mereka justru kian membara saat melihat antusiasme warga Jawa Tengah.
“Indonesia sudah menjadi rumah kami. Menjaga sungai-sungainya adalah tanggung jawab kami juga, bukan cuma pemerintah,” ucap Sam lirih namun tegas.
Kepala DLH Blora, Istadi Rusmanto, yang turut mengawal aksi ini, merasa tergerak oleh dedikasi ketiga aktivis tersebut. Dukungan penuh pun diberikan, mulai dari pengawalan hingga koordinasi rute selanjutnya menuju Randublatung dan Grobogan pada Sabtu besok.
Aksi “Run River” mengingatkan kita semua bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari langkah kaki yang sederhana.
Gary, Sam, dan Kelly tidak hanya membawa pesan tentang kebersihan, tapi mereka membawa cinta yang lari melintasi pulau demi aliran air yang lebih jernih untuk anak cucu kita.
Salah satu pegiat sungai di Cepu Fajar Dwi Rakhmawan juga ikut langsung dalam giat membersihkan sungai, dalam kesempatan ini dia berharap masyarakat untuk sadar agar tidak membuang sampah lagi ke sungai.
"Saya harap masyarakat sadar akan bahaya sampah jika dibuang kesungai, mengingat dalam beberapa waktu belakangan Cepu sering dilanda banjir apabila hujan dalam curah yang besar," katanya.