Boyolali||jateng.bratapos.com - Di tengah kesulitan yang dialami oleh UD Pramono akibat pemblokiran rekening oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Boyolali karena tunggakan pajak, bantuan justru datang untuk meringankan beban operasional. Dengan rekening diblokir, UD Pramono mengalami kesulitan dalam membiayai kebutuhan operasional harian, padahal usaha ini berperan penting dalam mendukung sekitar 1.300 petani dan peternak sapi perah yang menjual produk susu mereka.
Selama ini, untuk menjaga kesegaran susu, UD Pramono mengandalkan lima unit mesin pendingin (cooling machine), namun hanya dua unit yang menggunakan daya listrik, sementara tiga lainnya masih bergantung pada bahan bakar Dexlite. Penggunaan Dexlite ini memerlukan biaya hingga Rp 14 juta setiap lima hari dan biaya tersebut fluktuatif mengikuti harga BBM nonsubsidi.
Namun, setelah bertemu dengan Komisi Pengawas Perpajakan (Komwasjak), pemilik UD Pramono, Pramono, mendapatkan bantuan penambahan daya listrik yang akan membantu mengurangi biaya operasional. Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Boyolali, Insan Adi Asmono, PT PLN telah melakukan survei lokasi untuk pengadaan listrik tambahan.
“Tadi kami dampingi PLN untuk survei penambahan daya listrik di Desa Singosari, lokasi UD Pramono,” terang Insan.
“Mereka melakukan survei jalur untuk listrik tegangan tinggi yang nantinya akan menggantikan penggunaan Dexlite dan dapat menghemat biaya hingga puluhan juta per bulan,” tambahnya.
Tawar, karyawan UD Pramono, menyambut baik langkah ini.
“Alhamdulillah, kemarin tiang listrik sudah mulai dipasang, walau belum rampung. Setidaknya langsung digarap,” ucapnya.
Pardi, perwakilan peternak, juga berharap bahwa penambahan daya listrik ini akan membantu mengurangi biaya operasional, yang pada akhirnya menguntungkan para peternak.
Dilansir dari: Jawa Pos Radar Solo