Boyong Grobog 2025: Sederhana Tanpa Tayub dan Tumpengan, Ini Alasannya Foto : Warga berebut gunungan di Kirab Boyong Grobog yang digelar Pemkab Grobogan pada Senin, 3 Maret 2025.
Bratapos / Daerah

Boyong Grobog 2025: Sederhana Tanpa Tayub dan Tumpengan, Ini Alasannya

Terbit : 07-Mar-2025, 13:08 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 726 Kali

Grobogan || jateng.bratapos.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Grobogan menggelar tradisi Boyong Grobog pada Senin, 3 Maret 2025, menjelang Hari Jadi ke-299 Kabupaten Grobogan. Namun, pelaksanaan tahun ini dilakukan dengan lebih sederhana karena bertepatan dengan bulan Ramadhan 1446 Hijriah. Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto, menyatakan bahwa tradisi yang biasanya meriah diubah untuk menghormati masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Anang menjelaskan bahwa beberapa rangkaian acara yang biasa dilaksanakan, seperti tumpengan dan tarian lokal tayub, ditiadakan. “Kami hanya menyelenggarakan gunungan sebagai bentuk doa dan sedekah untuk kemakmuran Bumi Grobogan,” ujarnya.

Meskipun ada tumpeng, bentuknya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Gunungan yang berjumlah 21 ini merupakan simbol harapan agar Kabupaten Grobogan semakin maju.

Tradisi Boyong Grobog tahun ini juga mengalami perubahan dalam pelaksanaan kirab. Jika biasanya kirab dilakukan menggunakan mobil, kali ini warga melakukannya dengan berjalan kaki dan menggunakan kereta kencana.

Selain itu, kirab tahun ini dimulai dari Kantor Kecamatan Grobogan, bukan dari Kelurahan Grobogan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. “Para peserta kirab sudah menunggu di pendopo,” kata Anang.

Bupati Grobogan, Setyo Hadi, berharap peringatan Hari Jadi Kabupaten Grobogan ini membawa keberkahan bagi masyarakat. Ia menginginkan Grobogan tetap dijauhkan dari bencana dan masyarakatnya semakin makmur.

“Semangat gumreget, gumregah, gumregut cancut taliwanda harus terus dijaga untuk membangun Grobogan yang lebih baik,” kata Bupati Setyo Hadi.


Pilihan Untukmu