Bojonegoro || Jateng.Bratapos.com – Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro, Bunda Cantika, mendorong para orang tua agar berperan aktif dalam menurunkan angka stunting melalui pola asuh yang tepat. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Wisuda Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro di Balai Desa Temayang, Kecamatan Temayang.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Cantika mengajak para lulusan SOTH untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing. “Saya berharap para ibu lulusan SOTH bisa menjadi penggiat lingkungan yang turut membentuk generasi emas dengan mencegah stunting sejak dini,” ujarnya.
Stunting, menurutnya, bukan hanya disebabkan oleh faktor genetik, melainkan juga karena kurangnya pemenuhan gizi terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Karena itu, peran orang tua dalam memberikan pola asuh dan gizi yang tepat sangatlah penting.
Program SOTH sendiri tidak hanya fokus pada pembentukan karakter anak usia dini, tetapi juga bertujuan menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas. “Selama satu tahun pelatihan, para orang tua mendapatkan pemahaman lebih luas tentang parenting, termasuk pemenuhan gizi dan kesehatan anak,” tambahnya.
Bunda Cantika juga menyampaikan bahwa angka stunting di Bojonegoro mengalami penurunan sebesar 2% dibanding tahun sebelumnya. “Ini adalah bukti bahwa upaya bersama, termasuk dari ibu-ibu lulusan SOTH, memberikan hasil yang baik,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh anak. “Kita sebagai orang tua tidak boleh tertinggal. Kita harus terus update dan upgrade agar dapat memantau aktivitas anak di era digital ini,” tutup Bunda Cantika.