Bupati Jepara Respons Cepat Jeritan Mbah Sawijah Foto : Mbah Sawijah (71) salah satu potret kemiskinan ekstrem di Kabupaten Jepara.
Bratapos / Daerah

Bupati Jepara Respons Cepat Jeritan Mbah Sawijah

Terbit : 16-Jul-2025, 08:57 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 221 Kali

Jepara || Jateng.Bratapos.com – Kisah memilukan datang dari Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo. Mbah Sawijah (71), seorang warga lanjut usia yang hidup dalam kemiskinan ekstrem, menjadi perhatian publik setelah warung satu-satunya hangus terbakar oleh orang tak dikenal, Sabtu (13/7/2025). Warung sederhana itu sebelumnya menjadi tumpuan hidupnya, meski hanya berisi jajanan ringan dan nasi pecel dengan keuntungan Rp500 hingga Rp1.000.

“Saya cuma jualan jajanan titipan orang, modal ya hutang bank, Mas,” kata Mbah Sawijah dengan suara lirih saat ditemui awak media. Tragisnya, tuduhan tak berdasar sempat diarahkan padanya bahwa ia sendiri yang membakar warung tersebut, padahal saat kejadian ia dalam kondisi sakit.

Tak hanya kehilangan mata pencaharian, Mbah Sawijah juga hidup dalam rumah reyot yang tak layak huni. Rumahnya tak memiliki listrik, kamar mandi, maupun WC.

Setiap malam, ia membiarkan pintu terbuka agar sedikit cahaya dari rumah tetangga menerangi gelapnya malam. Jika hujan datang, ia menumpang tidur di rumah adiknya.

Yang lebih menyedihkan, meski memiliki dua anak, hanya satu yang hidup sederhana, sementara anak perempuannya dikabarkan hidup mapan dan baru membeli toko material senilai Rp500 juta. Namun, menurut para tetangga, sang anak tak menunjukkan perhatian kepada ibunya.

“Aku njaluk tulung, Pak Bupati, Pak DPR. Aku gak duwe pangan, aku gak kuat mangan, hutang modal malah kebakar kabeh,” tangis Mbah Sawijah menyayat hati siapa pun yang mendengarnya.

Kisah ini akhirnya sampai ke telinga Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang segera merespons melalui kanal resmi dan laporan masyarakat dengan tagar #JeparaUpdate.

Tindakan cepat dari Pemkab Jepara diharapkan bisa memberi harapan baru bagi Mbah Sawijah dan menjadi pintu kepedulian bagi banyak pihak—terutama keluarga yang selama ini abai.


Pilihan Untukmu