Surabaya||jateng.bratapos.com - Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan pemerintah, Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Selatan bersama TNI-Garnisun Kogartap III/Surabaya serta sejumlah pemangku kepentingan melaksanakan penanaman 2.500 pohon di kawasan hutan wisata rintisan Sumber Gedang, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, Rabu (18/12). Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah.
Sebanyak 2.000 bibit pohon sukun dan 500 bibit pohon alpukat serta petai ditanam di kawasan perlindungan setempat (KPS). Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Wahyu Dwi Hadmojo, menyampaikan apresiasi atas dukungan TNI dan pihak terkait dalam inisiatif ini. Ia menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari pembangunan pemerintah untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Wahyu juga menjelaskan bahwa pohon yang ditanam akan dipertahankan untuk menjaga kelestarian lingkungan, sementara masyarakat hanya akan memanen buahnya.
Serma Bambang J dari Garnisun Kogartap III/Surabaya mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk mendukung program ketahanan pangan. Ia berharap sinergi ini terus berlanjut demi keberhasilan program tersebut dan kelestarian hutan.
Kasi Pengelolaan Wilayah Tegaldlimo TN Alas Purwo, Noviani Utami, menambahkan bahwa program ini memiliki dampak positif dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga ekosistem hutan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak untuk mendukung implementasi program ketahanan pangan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 70 peserta, termasuk perwakilan dari Taman Nasional Alas Purwo, Forkopimka Tegaldlimo, Polsek dan Koramil Tegaldlimo, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, dan petani hutan. Program penanaman pohon ini diharapkan mampu mendukung agenda pemerintah Asta Cita dengan pendekatan berkelanjutan yang memadukan kelestarian alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.