Demak||Jateng.bratapos.com – Kodim 0716/Demak memperkenalkan metode pembelajaran Matematika GASING (Gampang, Asik, dan Menyenangkan) kepada siswa SD Negeri 01 Candisari, Mranggen, Demak, pada Sabtu (26/10/2024). Metode ini diharapkan mampu membantu siswa mengatasi rasa takut terhadap matematika, meningkatkan pemahaman konsep, dan membuat pelajaran lebih mudah serta menyenangkan.
Matematika GASING merupakan pendekatan yang didasarkan pada teori belajar seperti behavioristik, humanistik, kognitif, dan konstruktivistik. Dalam praktiknya, metode ini dirancang agar siswa dapat memahami matematika melalui cara-cara yang lebih interaktif dan visual, sesuai dengan hukum belajar yang dikenalkan oleh Thorndike tentang kesiapan, latihan, dan dampak hasil.
Dandim 0716/Demak, Letkol Kav Maryoto, melalui Lettu Inf Miftahul Alim, menyatakan bahwa metode GASING bertujuan untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkualitas.
"Dulu, matematika sering kali menjadi mata pelajaran yang paling ditakuti siswa. Namun, dengan metode GASING, antusiasme mereka meningkat drastis," kata Miftahul.
Miftahul optimis bahwa metode GASING, jika diintegrasikan ke dalam kurikulum, akan mendorong penyiapan generasi unggul untuk Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini juga diisi dengan senam bersama dan kuis, yang semakin menarik minat siswa.
Tutik (40), guru di SDN 1 Candisari, menyambut positif program ini. Menurutnya, kehadiran TNI sebagai guru sehari di sekolah berhasil mengubah stigma negatif siswa terhadap matematika, dari pelajaran yang menakutkan menjadi sesuatu yang menyenangkan. Ia berharap metode GASING bisa diterapkan secara berkelanjutan hingga menjadi bagian kurikulum sekolah.
Metode GASING sendiri diperkenalkan oleh Prof. Yohanes Surya sebagai upaya mempermudah siswa memahami konsep dasar matematika dengan cara yang lebih sederhana dan menarik.