Grobogan || jateng.bratapos.com – Kabupaten Grobogan merayakan Hari Jadi ke-299 sebagai sebuah momen penting untuk merefleksikan perjalanan sejarah dan menanam harapan bagi masa depan. Selama hampir tiga abad, Grobogan telah mengalami perubahan dan perkembangan yang tak terhitung, menjadikannya lebih dari sekadar angka tahunan.
Perayaan hari jadi ini bukan hanya tentang merayakan usia, tetapi juga tentang menjaga warisan masa lalu dan menumbuhkan harapan bagi generasi mendatang.
Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajak masyarakat untuk merayakan momen istimewa ini dengan cara yang lebih bermakna. Dalam surat bernomor B/400.14.1.1/205/SETDA/2025, Sekretaris Daerah (Sekda) Grobogan, Anang Armunanto, menyarankan agar ucapan selamat Hari Jadi disampaikan melalui karangan bunga atau tanaman hidup.
“Kami menganjurkan untuk mengutamakan tanaman hidup karena selain memberi manfaat jangka panjang, tanaman ini juga melambangkan keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Anang.
Tanaman hidup yang terus tumbuh dan berkembang menjadi simbol harapan bagi masa depan yang lebih hijau dan lestari.
Selain itu, Peringatan Hari Jadi ke-299 Grobogan juga dirangkai dengan tradisi Boyong Grobog yang akan digelar pada 3 Maret 2025. Prosesi ini mengenang perpindahan ibu kota dari Grobogan ke Purwodadi, sebuah peristiwa yang menandai perubahan penting dalam sejarah daerah.
Pada 4 Maret 2025, upacara bendera di Alun-Alun Purwodadi akan menjadi simbol penghormatan terhadap perjalanan panjang hampir tiga abad yang telah dilalui oleh Grobogan.
Perayaan ini mengajarkan bahwa merayakan sejarah bukan hanya soal mengenang, tetapi juga merawat dan menanam. Seperti sejarah yang terus hidup dalam ingatan, pohon yang ditanam pada perayaan ini akan tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi mendatang.
Hari Jadi ke-299 Grobogan bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi juga menanam harapan untuk masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.