Yogyakarta || Jateng.Bratapos.com – Lebih dari 9.200 pelari dari dalam dan luar negeri ambil bagian dalam Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2025 yang digelar di kawasan Candi Prambanan, Minggu pagi (21/6). Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, secara langsung memimpin seremoni pelepasan peserta dalam ajang lari bertema “Accelerate Your Limit, Embrace The Culture” tersebut.
Dalam edisi ke-8 ini, MJM menyuguhkan empat kategori lomba: Marathon, Half Marathon, 10K, dan 5K Fun Run. Para pelari datang dari 17 negara, seperti Kenya, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan Malaysia. Kehadiran peserta mancanegara semakin mengukuhkan posisi Yogyakarta sebagai magnet sport tourism tingkat global.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, mengatakan MJM telah menjadi bagian penting dari strategi promosi pariwisata Yogyakarta. “Kehadiran pelari mancanegara membuktikan daya tarik Yogyakarta di mata internasional. Ini bukan sekadar event olahraga, tapi juga panggung promosi budaya dan ekonomi lokal,” ujarnya.
Data dari Mandiri Institute menunjukkan bahwa MJM berkontribusi besar terhadap ekonomi lokal. Selama dua tahun terakhir, belanja lokal meningkat lebih dari 30 persen saat event berlangsung, terutama pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan produk kreatif.
MJM 2025 juga memperkenalkan desain medali unik yang mengangkat konsep Sumbu Imajiner Yogyakarta. Medali ini merupakan bagian dari lima seri yang akan dirilis setiap tahun hingga 2029. Jika dikumpulkan lengkap, kelimanya membentuk satu visual utuh yang menggambarkan garis budaya spiritual Yogyakarta, dari Laut Selatan hingga Gunung Merapi.