Jurnalis Diintimidasi Saat Liputan Evakuasi Pendaki Foto : Jurnalis diintimidasi saat liputan evakuasi pendaki.
Bratapos / Daerah

Jurnalis Diintimidasi Saat Liputan Evakuasi Pendaki

Terbit : 28-Jun-2025, 09:26 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 215 Kali

Kudus || Jateng.Bratapos.com – Sejumlah jurnalis mengalami intimidasi saat meliput proses evakuasi pendaki yang terperosok di jalur pendakian Natas Angin, Pegunungan Muria, Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog, Kudus, Selasa (24/6/2025). Insiden terjadi saat tim gabungan dari Basarnas Jepara, BPBD Kudus, dan relawan melakukan evakuasi korban yang terhambat cuaca buruk.

Awalnya, para jurnalis yang berkumpul di posko pendakian berupaya mencari informasi tentang identitas korban dan kronologi kejadian. Namun hingga siang hari, akses informasi sulit diperoleh.

Situasi memanas saat kantong jenazah korban tiba di pos pendakian dan beberapa jurnalis mencoba mendokumentasikan dari jarak sekitar 200 meter.

Beberapa oknum relawan bencana melarang keras pengambilan gambar dan mengancam akan merusak kamera. Bahkan saat jenazah hendak dimasukkan ke dalam ambulans, seorang relawan berteriak, “Masyarakat termasuk wartawan dilarang ambil foto atau video,” sambil mengejar dan mengintimidasi seorang jurnalis televisi lokal, Masrukin, hingga ke dalam warung.

Akibat kejadian tersebut, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya mengecam tindakan kekerasan terhadap jurnalis dan mendesak Kepala BPBD Kudus untuk memeriksa oknum relawan yang terlibat. IJTI juga meminta pihak kepolisian untuk menjamin keamanan jurnalis di lapangan.

“Tindakan menghalangi kerja jurnalistik merupakan tindak pidana sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999,” tegas pernyataan resmi IJTI. Mereka juga mengingatkan jurnalis agar tetap profesional, menjunjung tinggi kode etik, serta mengutamakan keselamatan dalam menjalankan tugas.


Pilihan Untukmu