Kades Buluspesantren Diduga Bayar Rp150 Juta untuk Penyelesaian Skandal Perselingkuhan Foto : Diduga Gauli Istri Orang, Oknum Kades Bayar Ratusan Juta untuk Uang Damai.
Bratapos / Daerah

Kades Buluspesantren Diduga Bayar Rp150 Juta untuk Penyelesaian Skandal Perselingkuhan

Terbit : 27-Feb-2025, 21:14 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 1483 Kali

Kebumen || jateng.bratapos.com - Isu kontroversial mencuat di Buluspesantren, Kecamatan Bulus, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Buluspesantren, M. Kharisun, dengan seorang perempuan berinisial AN, yang diketahui adalah istri dari seorang pegawai kecamatan.

Untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, Kades dilaporkan mengeluarkan uang damai hingga mencapai Rp150 juta.

Berita ini mulai tersebar luas setelah seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya membocorkan informasi kepada beberapa wartawan pada Selasa, 26 Februari 2025, di salah satu kantor redaksi di Kebumen.

Menurut sumber tersebut, masalah ini berawal dari hubungan Kades dengan AN, yang merupakan istri dari seorang pegawai BUMDESma Kecamatan Bulus.

 Setelah isu ini mencuat, Kades dikabarkan mengeluarkan uang tersebut untuk menyelesaikan kasus ini secara damai.

M. Kharisun sendiri dikabarkan telah membayar Rp150 juta kepada AP, suami dari AN, sebagai bentuk penyelesaian masalah. AP sendiri mengonfirmasi kepada media bahwa ia menerima uang tersebut pada awal Januari 2025, namun ia menegaskan bahwa uang tersebut tidak digunakan untuk kepentingan pribadi, melainkan disalurkan ke yayasan yatim piatu dan beberapa masjid.

Selain itu, AP mengungkapkan bahwa istrinya, AN, juga menerima tambahan uang Rp50 juta dari Kades untuk melunasi utangnya. Meskipun masalah ini dikatakan telah diselesaikan, Kades M.

Kharisun enggan memberikan komentar lebih lanjut kepada wartawan yang menunggu di kantor desa.

Sementara itu, Kades Buluspesantren bahkan meminta bantuan kepala desa lain untuk menghadapi wartawan dan mengusahakan agar pemberitaan tentang kasus ini dihentikan.

 “Ini sudah damai dan selesai, tidak ada masalah lagi,” ujar kepala desa tersebut.

Meskipun telah ada penyelesaian secara damai, kasus ini tetap menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan apakah penyelesaian tersebut benar-benar menutup masalah atau justru menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan desa.


Pilihan Untukmu