Kapolri Tegaskan Pentingnya Peran Negara dalam Reintegrasi Eks Anggota JI ke Masyarakat Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kolaborasi antara BNPT, Densus 88, dan berbagai pihak dalam program deradikalisasi. I
Bratapos / Daerah

Kapolri Tegaskan Pentingnya Peran Negara dalam Reintegrasi Eks Anggota JI ke Masyarakat

Terbit : 21-Dec-2024, 19:23 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 153 Kali

Surakarta||jateng.bratapos.com – Sebanyak 1.400 mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) mendeklarasikan diri kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada Sabtu (21/12). Deklarasi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan ke-45, dengan total 6.900 mantan anggota kelompok radikal yang kini telah berkomitmen menghormati ideologi bangsa.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kolaborasi antara BNPT, Densus 88, dan berbagai pihak dalam program deradikalisasi. Ia menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui dialog dan soft approach berhasil membangun komitmen mantan anggota JI untuk kembali berkontribusi bagi bangsa.

"Ini adalah wujud nyata bahwa mereka ingin memperbaiki masa lalu dan bersama-sama membangun Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045," ujar Kapolri.

Kapolri juga memastikan negara hadir untuk mendampingi proses reintegrasi para eks anggota JI, termasuk melalui pelatihan kewirausahaan, wawasan kebangsaan, dan pembinaan sosial.

Kepala BNPT, Komjen Pol Eddy Hartono, menambahkan bahwa program pendampingan ini bertujuan membantu mantan anggota JI hidup harmonis di tengah masyarakat yang majemuk. "Ini adalah langkah besar dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan," tegas Eddy.

Sementara itu, Kepala Densus 88 Antiteror Brigjen Sentot Prasetyo menyoroti peran tokoh eks JI dalam mengajak anggota lainnya kembali ke NKRI. Ia menyebutkan bahwa pendekatan humanis dan edukasi berhasil mendorong ribuan anggota JI secara sukarela membubarkan organisasi tersebut.

"Ini adalah sejarah, di mana sebuah organisasi radikal besar membubarkan diri dengan kesadaran penuh. Perjuangan sejati adalah bersama membangun bangsa, bukan melawan negara," jelas Sentot.

Deklarasi ini menandai awal baru transformasi ideologi para mantan anggota JI, sekaligus menjadi bukti keberhasilan pendekatan humanis dalam deradikalisasi. Kapolri mengajak semua pihak untuk terus bekerja bersama menciptakan Indonesia yang lebih damai dan maju.

 

 


Pilihan Untukmu