Semarang || jateng.bratapos.com – Kebijakan pemasangan stiker sebagai sanksi bagi pengendara yang salah parkir di area Polda Jawa Tengah mendapat keluhan dari sejumlah masyarakat. Mereka merasa sanksi tersebut kurang etis dan merugikan, terutama mengingat terbatasnya lahan parkir yang tersedia, Rabu (05/03/2025).
Menurut Adi, salah satu warga yang terkena sanksi, banyak pengendara yang terpaksa memarkir kendaraan di tempat yang tidak sesuai karena sulitnya mendapatkan tempat parkir yang layak.
“Saya paham pentingnya aturan, tapi seharusnya ada solusi lain. Kalau parkiran sempit, pengendara pasti kesulitan mencari tempat yang benar. Pemasangan stiker ini terkesan menghukum tanpa mempertimbangkan kondisi yang ada,” ujar Adi.
Keluhan serupa juga datang dari pengunjung yang merasa dirugikan oleh kebijakan ini. Beberapa dari mereka berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel atau kerja sama dengan area sekitar untuk menyediakan kantong parkir.
“Seharusnya ada toleransi atau kebijakan lain. Kalau memang lahan parkir tidak mencukupi, mungkin bisa ada kerja sama dengan area sekitar untuk dijadikan kantong parkir,” kata seorang pengunjung.
Warga juga mempertanyakan efektivitas sanksi tersebut dalam menertibkan parkir. Mereka menginginkan pendekatan yang lebih humanis, seperti pengaturan ulang area parkir atau pemberian peringatan terlebih dahulu sebelum pemberian sanksi. Masyarakat berharap agar pihak berwenang lebih memahami kondisi di lapangan dan mencari solusi yang lebih adil.