Kendaraan Berat Dilarang Lewat Pantura Pagi Hari Foto : Petugas gabungan lakukan penyekatan di Jalan Lingkar Weleri, Kendal, Selasa (15/3/2025).
Bratapos / Daerah

Kendaraan Berat Dilarang Lewat Pantura Pagi Hari

Terbit : 17-Apr-2025, 15:40 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 202 Kali

Kendal || jateng.bratapos.com – Mulai hari ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kendal resmi menerapkan pembatasan operasional kendaraan berat di jalur Pantura, khususnya di wilayah Weleri, pada pukul 06.00–08.00 WIB. Kebijakan ini dilaksanakan sesuai dengan surat edaran dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Nomor AJ.903/1/6/DJDP/2025.

“Mulai Selasa (15/4), kami melakukan penyekatan kendaraan berat di perbatasan Kendal-Batang tepatnya di Kecamatan Weleri. Ini sesuai dengan rekomendasi Kemenhub untuk rekayasa lalu lintas di wilayah Kendal,” ujar Kepala Dishub Kendal, Muhammad Eko.

Ia menambahkan bahwa truk bermuatan besar dilarang melintas karena dianggap berisiko tinggi, terutama pada jam sibuk pagi hari.

Eko menjelaskan bahwa tujuan utama dari pembatasan ini adalah untuk mengurangi potensi kecelakaan antara kendaraan berat dengan pengendara sepeda motor, terutama saat jam berangkat sekolah dan kerja.

“Apalagi Kendal belum memiliki jalur khusus bagi pemotor, jadi risikonya cukup besar,” katanya. Selama penyekatan, petugas gabungan dari Dishub, Polri, dan TNI terlihat aktif menghentikan dan mengarahkan truk ke kantong-kantong parkir.

Para sopir yang melanggar diminta untuk berhenti hingga pukul 08.00 WIB atau mengambil jalur alternatif lewat tol. “Kalau ingin tetap jalan pagi-pagi, silakan lewat tol. Tapi kalau tetap maksa lewat Pantura, nanti ada sanksinya,” tambah Eko.

Uji coba penyekatan akan dilakukan selama 15 hari, setelah itu akan diberlakukan penindakan berupa tilang bagi sopir yang masih melanggar aturan.

KBO Satlantas Polres Kendal, Iptu Joko Santoso, menyatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan ketat setiap hari. “Kami tetap lakukan pengawasan dan pendekatan humanis di awal, sambil terus sosialisasi. Tapi kalau masih ngeyel setelah masa uji coba, ya pasti akan kami tindak tegas,” tegasnya.


Pilihan Untukmu