Demak || jateng.bratapos.com - Sekretaris Desa Kendalasem, Rifal Maulana, memberikan klarifikasi terkait kabar hilangnya 10 ekor kerbau bantuan dari Dinas Peternakan Kabupaten Demak yang sebelumnya diberitakan tidak diketahui keberadaannya.
Rifal menjelaskan bahwa kerbau-kerbau tersebut sebenarnya tidak hilang, melainkan dipindahkan ke Desa Kaliombo. Hal ini dilakukan karena rumput di Desa Kendalasem tidak mencukupi untuk memelihara kerbau saat musim kemarau.
“Kerbau-kerbau itu dipelihara di Desa Kaliombo, bukan hilang atau pindah kandang,” ungkap Rifal, yang juga menambahkan bahwa keberadaan kerbau tersebut sudah dicek oleh pihak media dan sesuai dengan barcode dari Dinas Peternakan Kabupaten Demak.
Taslim, Ketua Kelompok Tani “Ajining Tani”, turut memberikan penjelasan dan mengatakan bahwa warga kini merasa lega setelah mendapatkan penjelasan tersebut. “Alhamdulillah, semua sudah kondusif dan warga bisa menerima penjelasan ini,” ujarnya.
Selain itu, perangkat desa lainnya, Surip, menegaskan bahwa kerbau-kerbau tersebut masih terawat dengan baik. “Kerbau tersebut masih ada dan dirawat dengan baik, meski saya tidak tahu persis di mana sekarang, karena kandang sebelumnya dipermasalahkan oleh pemilik tanah di sebelahnya,” jelas Surip.
Rifal Maulana juga menambahkan bahwa Dinas Peternakan dan PPL sudah melakukan pengecekan dan memastikan bahwa kerbau-kerbau tersebut masih ada, bahkan bertambah 11 ekor karena ada yang beranak. “Jumlah kerbau kini sudah bertambah, ada dua ekor yang lahir,” katanya.
Dengan penjelasan ini, kasus yang sempat menjadi sorotan masyarakat kini dianggap selesai dan tidak ada indikasi penyelewengan bantuan.