Kreativitas dalam Protes: Aksi Karaoke Karyawan PT SCI di DPRD Kota Salatiga Aksi Unjuk Rasa 500 Karyawan di Salatiga
Bratapos / Daerah

Kreativitas dalam Protes: Aksi Karaoke Karyawan PT SCI di DPRD Kota Salatiga

Terbit : 12-Dec-2024, 12:00 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 159 Kali

Salatiga||jateng.bratapos.com - Sekitar 500 karyawan PT SCI yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) menggelar aksi unjuk rasa unik di depan Kantor DPRD Kota Salatiga pada Rabu (11/12/2024). Alih-alih menciptakan suasana tegang seperti demonstrasi pada umumnya, aksi ini justru berlangsung dengan gelak tawa dan nuansa hiburan.

Para demonstran menggunakan karaoke sebagai media menyampaikan aspirasi, dengan lagu dangdut legendaris "Sekti" menjadi latar aksi mereka. Suasana berubah menjadi layaknya panggung hiburan rakyat, menarik perhatian warga sekitar dan media.

Salah satu elemen yang mencuri perhatian adalah poster satir yang dibawa para demonstran. Poster dengan tulisan “Upah Murah, Pemicu Maraknya Open BO!!” menjadi viral di media sosial, memicu diskusi hangat mengenai isu upah minimum.

“Kami memilih cara humoris agar pesan lebih mudah diterima masyarakat, meski isu yang kami bawa sangat serius,” ujar salah satu pengunjuk rasa.

Demonstrasi ini berfokus pada tuntutan kenaikan upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Salatiga. Para karyawan menyatakan bahwa kenaikan UMK sebesar 6,5 persen yang ditetapkan oleh Pemerintah Pusat dan Provinsi Jawa Tengah masih belum mencukupi kebutuhan hidup layak.

Perwakilan demonstran diterima oleh Penjabat Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani. Dalam dialog tersebut, SPSI menekankan bahwa rendahnya upah pekerja berimplikasi pada berbagai persoalan sosial.

“Kami paham kondisi ekonomi saat ini, tetapi pemerintah harus lebih serius melihat realitas di lapangan. Upah rendah dapat memicu berbagai masalah sosial,” ungkap salah satu perwakilan SPSI.

Yasip Khasani menyampaikan bahwa penetapan UMK mengacu pada regulasi pusat yang mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. 

“Kami memahami kekhawatiran ini dan akan menyampaikan aspirasi ke tingkat provinsi dan pusat,” ujarnya.

Aksi ini menjadi bukti bahwa demonstrasi tidak harus selalu konvensional. Dengan pendekatan kreatif seperti karaoke dan humor, pesan serius mengenai keadilan ekonomi dapat tersampaikan secara efektif, sekaligus menciptakan kesan mendalam bagi masyarakat.

(Iskandar)


Pilihan Untukmu