Rembang || Jateng.Bratapos.com — Aktivitas penambangan batu di wilayah Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, kian meresahkan warga. Selain diduga banyak yang ilegal, aktivitas ini membahayakan pengguna jalan karena truk pengangkut batu seringkali melebihi kapasitas muatan.
Wilayah Sedan dikenal kaya akan sumber daya alam seperti batu dan pasir kuarsa. Namun, potensi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab yang diduga melakukan penambangan tanpa izin resmi. Sayangnya, hingga saat ini belum ada kejelasan dari instansi terkait mengenai jumlah tambang legal dan status perizinannya.
Tim Brata Pos yang menelusuri lokasi sempat mewawancarai warga sekitar berinisial A. Ia mengaku cemas setiap kali melihat truk tambang melintas di jalan Sedan–Pandangan. “Kami resah, Pak. Setiap ada truk bermuatan batu, saya waswas kalau ada batu yang jatuh dan menimpa kami atau pengendara lain,” ujar A, Jumat (11/7).
Ia bahkan menyebut pernah ada kejadian dua tahun lalu saat batu dari truk jatuh dan menimpa pengendara motor. “Untungnya tidak ada korban jiwa, hanya motor yang rusak,” jelasnya.
A juga mengkritik sikap pejabat yang dinilainya seperti menutup mata terhadap persoalan ini. “Sudah bertahun-tahun begini terus, tapi tidak ada tindakan tegas. Kami harap oknum-oknum penambang ilegal ditindak sesuai hukum,” tegasnya.
(As.at)