Pabrik Rokok Kekurangan Pekerja, Ini Sebabnya Foto : Salah satu pabrik di Kabupaten Rembang.
Bratapos / Daerah

Pabrik Rokok Kekurangan Pekerja, Ini Sebabnya

Terbit : 16-Jun-2025, 09:36 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 166 Kali

Rembang || Jateng.Bratapos.com – Sejumlah pabrik di Kabupaten Rembang, termasuk pabrik rokok Djarum di wilayah Rembang dan Landoh, masih mengalami kekurangan tenaga kerja meski kebutuhan mencapai ribuan orang. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang, Dwi Martopo, menyebutkan bahwa hingga kini sekitar 5.000 lowongan belum terpenuhi.

“Contohnya Djarum, butuh 2.000 pekerja di Rembang dan hampir 3.000 di Landoh, tapi belum terpenuhi. Pencari kerja cenderung pilih-pilih. Ada yang bilang susah cari kerja, padahal sebenarnya tinggal kemauan,” ungkap Dwi, Minggu (15/6/2025).

Dwi menjelaskan bahwa kecenderungan menolak pekerjaan sering kali berkaitan dengan harapan penghasilan. Menurutnya, jika seseorang pernah bekerja dengan gaji tinggi, ia akan enggan menerima pekerjaan dengan bayaran lebih rendah.

“Misalnya sebelumnya dapat seribu (ribu rupiah per hari), disuruh kerja dengan bayaran 700 pasti tidak mau. Idealnya ya 1.500 ke atas. Ke depan ini bisa jadi tantangan, karena pasar kerja sudah terbuka lebar,” ujarnya.

Data Dinas menyebutkan setiap bulannya ada sekitar 600 warga Rembang yang mengajukan pencarian kerja, atau sekitar 7.200 orang per tahun. Padahal, tingkat pengangguran terbuka di Rembang tahun 2024 tergolong rendah, yakni hanya 2,84%. Namun, lulusan SMA/SMK yang tidak melanjutkan studi atau menikah tetap menambah angka pencari kerja setiap tahun.

Sementara itu, Irvan, warga Lasem, menyarankan agar pemerintah lebih mendorong masuknya investor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Meski pabrik baru mulai bermunculan, ia menyoroti ketimpangan kesempatan kerja antara pria dan wanita. “Kalau bisa peluang kerja untuk laki-laki juga diperbanyak. Biar kami bisa kerja dekat rumah,” harapnya.


Pilihan Untukmu