Grobogan || Jateng.Bratapos.com - Perhutani KPH Purwodadi menggelar panen kedua program Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di petak 62F, wilayah RPH Pekuwon, BKPH Bandung, Kamis (29/5/2025). Petak ini merupakan lahan terbesar dalam skema ATM seluas 9,3 hektare.
Panen dilakukan secara tertib dengan hasil tebu langsung diangkut ke PG Rejo Agung Madiun menggunakan truk resmi. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi mewakili Administratur, bersama jajaran Asper BKPH Bandung, KSS Kemitraan, perwakilan pabrik gula, dan para pekerja lapangan.
Panen kali ini menghasilkan total 1.026 ton tebu, naik dari 935 ton pada panen pertama Agustus 2024. Peningkatan ini dikaitkan dengan perbaikan teknis budidaya, kesiapan sarana dan infrastruktur, serta soliditas kerja sama antara Perhutani dan mitra petani.
“Kami bersyukur kegiatan panen hari ini berjalan lancar dan sesuai rencana. Ini hasil kerja sama solid seluruh pihak yang terlibat,” ujar Kastur, Kepala Seksi Produksi dan Ekowisata KPH Purwodadi.
Perwakilan dari PG Rejo Agung Madiun juga mengapresiasi mutu hasil panen dari lahan hutan.
“Kualitas tebu dari kawasan hutan ini sangat baik, dengan rendemen stabil di angka 16. Ini sangat mendukung kontinuitas produksi pabrik kami,” ungkapnya.
Dengan produktivitas mencapai 60 ton per hektare, program ATM tidak hanya menguntungkan secara ekonomi bagi Perhutani, tetapi juga memberdayakan masyarakat sekitar hutan.
Perhutani menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan agroforestry berkelanjutan melalui integrasi antara kehutanan dan pertanian.