Pemda DIY Terus Upayakan Penurunan Kemiskinan Foto : Acara kunjungan dari Universitas Gunungkidul (UGK) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Jumat (28/02).
Bratapos / Daerah

Pemda DIY Terus Upayakan Penurunan Kemiskinan

Terbit : 02-Mar-2025, 12:54 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 153 Kali

Yogyakarta || jateng.bratapos.com - Kemiskinan tetap menjadi salah satu masalah utama dalam pembangunan di DIY, dan menjadi isu penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono, saat menerima kunjungan dari Universitas Gunungkidul (UGK) di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Jumat (28/02).

Dalam kesempatan itu, Beny mengungkapkan beberapa persoalan krusial yang dihadapi oleh DIY, seperti kemiskinan, ketimpangan pendapatan, ketimpangan antar wilayah, dan masalah lingkungan.

Beny menjelaskan, meskipun DIY memiliki tingkat kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa, namun juga memiliki usia harapan hidup terpanjang di Indonesia. “Saya ingin mengajarkan kepada adik-adik semua bagaimana indeks pembangunan manusia itu diukur, maka akan ketemu paradoks data statistiknya,” kata Beny di hadapan mahasiswa dan dosen UGK.

Pernyataan tersebut menggambarkan adanya ketidaksesuaian antara angka kemiskinan dengan usia harapan hidup yang tinggi.

Selanjutnya, Beny menyampaikan bahwa ekonomi DIY mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen pada triwulan IV tahun 2024 dan kemiskinan yang mulai menurun. Meskipun demikian, Pemda DIY terus berupaya keras untuk mengurangi kemiskinan melalui berbagai program sosial.

“Berbagai program telah dilakukan Pemda DIY untuk menurunkan kemiskinan, seperti memberikan perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pemerataan akses sumber daya,” ujarnya.

Beny juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis karakteristik daerah dalam menangani masalah kemiskinan. Dengan adanya perbedaan geografis antar wilayah, DIY menerapkan solusi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Perbedaan geografis berpengaruh pada rendahnya daya beli masyarakat, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat kemiskinan,” jelas Beny, menggarisbawahi pentingnya solusi yang terfokus pada kebutuhan lokal.


Pilihan Untukmu