Pemkab Rembang Selidiki Dugaan Asusila di Mobil Foto : Lokasi parkiran di belakang Kantor Darmawantia diduga digunakan sebagai tempat tak terpuji oleh oknum THL dan ASN.
Bratapos / Daerah

Pemkab Rembang Selidiki Dugaan Asusila di Mobil

Terbit : 14-Jun-2025, 20:53 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 246 Kali

Rembang || Jateng.Bratapos.com - Pemerintah Kabupaten Rembang tengah menyelidiki dugaan tindakan asusila yang melibatkan oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di lingkungan kantor pemerintahan. Dugaan itu mencuat setelah beredar kabar tentang aksi tidak pantas yang dilakukan sepasang pegawai dalam mobil di area parkir belakang Kantor Dharma Wanita, wilayah timur Balai Kartini. Lokasi tersebut diketahui merupakan tempat parkir kendaraan operasional yang rusak dan sepi saat sore hari.

Pelaksana Harian (Plh) Sekda Rembang, Agus Salim, mengaku menerima informasi tersebut pada Selasa (10/6) dari Bagian Umum. Ia langsung memerintahkan pengecekan untuk memastikan kebenaran isu yang sudah ramai di media sosial itu.

“Kami belum bisa memastikan kabar itu benar atau hoaks. Kami minta untuk ditelusuri dan mengecek CCTV untuk membuktikannya,” ujar Agus. Ia juga menegaskan akan memberi sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Menurut Agus, langkah hukum bisa ditempuh terhadap pelaku maupun penyebar berita palsu, tergantung hasil penyelidikan. “Jika memang terbukti ada ASN atau THL yang melanggar, akan diproses sesuai aturan. Tapi semuanya harus didasari bukti kuat,” tegasnya.

Ia juga meminta kepada pihak yang disebut-sebut melakukan penggerebekan untuk datang dan memberi keterangan langsung ke pemerintah daerah.

Kepala Bagian Umum Setda Rembang, Aris Gunawan Wijanarko, mengatakan pihaknya telah memeriksa rekaman dari 16 kamera CCTV di area tersebut bersama tim dari Dinas Kominfo. Namun, belum ditemukan bukti kuat.

“Kami cek secara parsial, namun belum ada hasil signifikan. Penyimpanan data terbatas dan bisa tertimpa file baru,” jelas Aris. Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti kapan dan di mana kejadian itu berlangsung.

Agus Salim menambahkan, pengawasan di lingkungan Setda Rembang sebenarnya cukup ketat oleh Satpol PP, termasuk terhadap pegawai di luar jam kerja. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kalau ini hoaks, maka jelas mencemarkan nama baik. ASN yang merasa dirugikan bisa menempuh jalur hukum,” tandasnya. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung sambil menunggu bukti tambahan.


Pilihan Untukmu