Pemprov Jateng Dukung Penuh Tenun Lurik Tradisional Foto : Wagub jateng dampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Central Tenun Lurik.
Bratapos / Daerah

Pemprov Jateng Dukung Penuh Tenun Lurik Tradisional

Terbit : 13-Jul-2025, 14:29 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 188 Kali

Klaten || Jateng.Bratapos.com — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan komitmennya untuk memperkuat industri tenun lurik tradisional yang menjadi warisan budaya masyarakat, khususnya di daerah Klaten. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Central Tenun Lurik, Kecamatan Cawas, Rabu (9/7/2025).

“Lurik ini sudah berjalan hingga empat generasi, harus kita perkuat agar masyarakat kembali mencintainya dan regenerasi perajin bisa terjaga,” ujar Wagub.

Taj Yasin menjelaskan bahwa tradisi menenun lurik di Klaten merupakan bagian dari identitas budaya lokal yang harus dilestarikan. Salah satu bentuk dukungan konkret dari Pemprov Jateng adalah dengan mewajibkan penggunaan pakaian lurik sebagai seragam dinas setiap hari Selasa, serta mengenakan pakaian adat yang juga berbahan dasar lurik setiap hari Kamis.

Wagub optimistis, jika pemasaran dan serapan produk lurik meningkat, maka para generasi muda akan tertarik kembali menekuni kerajinan ini. “Regenerasi tinggal diperkuat saja. Kalau lurik kuat, pemasarannya baik, maka anak-anak muda akan kembali ke lurik,” katanya.

Ia juga mengajak para desainer muda untuk ikut berperan dalam menciptakan busana berbahan lurik yang dapat dikenakan dalam acara formal maupun nonformal, agar lurik semakin adaptif dengan tren masa kini.

Sementara itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kualitas tenun lurik tradisional yang dibuat menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Ia menilai, selain motifnya menarik, proses pembuatannya pun penuh ketelitian.

“Kita apresiasi, karena proses pembuatannya rumit, mulai dari pewarnaan benang sampai menjadi kain atau pakaian,” kata Wapres.

Namun demikian, Gibran mendorong agar para perajin terus berinovasi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan desainer muda, penguatan branding, serta pengemasan produk agar lebih menarik pasar.

“Perajin perlu sering ikut event nasional dan internasional. Coba dibuatkan juga backstory produk. Ke depan, Koperasi Merah Putih juga harus bisa mengakomodir lurik,” tegasnya.


Pilihan Untukmu