Semarang || Jateng.Bratapos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan larangan bagi perusahaan mempekerjakan anak-anak yang belum menamatkan pendidikan tingkat SMA, SMK, atau Madrasah Aliyah. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyampaikan bahwa pihaknya akan bertindak tegas terhadap perusahaan yang melanggar kebijakan ini.
“Kami tegaskan, kalau ada perusahaan yang menampung siswa belum selesai SMA/SMK atau Aliyah, kami akan datangi dan meminta perusahaan itu bertanggung jawab menyekolahkan mereka sampai lulus,” ujar Gus Yasin, Minggu (15/6).
Ia mengungkapkan, masih terdapat anak-anak di Jawa Tengah yang putus sekolah bukan karena biaya, melainkan karena dorongan orang tua agar segera bekerja. Situasi ini semakin diperparah dengan adanya perusahaan yang bersedia menerima mereka bekerja meski belum menyelesaikan pendidikan wajib.
Menanggapi hal ini, Pemprov Jateng telah menyiapkan anggaran beasiswa, termasuk untuk kalangan santri. Lewat program Pesantren Obah, pemerintah mendorong para santri melanjutkan pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri. “Tentu ada proses seleksi dan ujian, dan kami sudah membentuk tim khusus,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yasin dalam kegiatan Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an Al Hikmah di Auditorium RSUD Adhiyatma, Semarang, sekaligus sebagai bagian dari komitmen pemprov dalam mendukung akses pendidikan merata bagi seluruh anak di Jawa Tengah.