Penipuan Menggunakan Teknologi AI Tiru Wajah dan Suara Kapolres Jepara, Korban Rugi Ratusan Juta Foto : Nama Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dicatut oleh pelaku penipuan yang diduga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meniru wajah dan suara Kapolres.
Bratapos / Daerah

Penipuan Menggunakan Teknologi AI Tiru Wajah dan Suara Kapolres Jepara, Korban Rugi Ratusan Juta

Terbit : 25-Dec-2024, 13:25 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 182 Kali

Jepara||Jateng.bratapos.com – Nama Kapolres Jepara, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, dicatut oleh pelaku penipuan yang diduga memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk meniru wajah dan suara Kapolres. Modus ini telah menyebabkan korban kehilangan ratusan juta rupiah.

Kapolres Jepara menjelaskan bahwa pelaku menghubungi korban melalui WhatsApp dengan mengatasnamakan dirinya. "Saya tidak pernah meminta-minta sesuatu kepada masyarakat. Oleh karena itu, saya imbau kepada masyarakat agar berhati-hati," ujar AKBP Wahyu, Selasa (24/12/2024).

Menurutnya, pelaku menggunakan teknologi AI untuk memalsukan wajahnya dalam video call. "Pelaku menghubungi korban yang berteman dengan saya di media sosial dan kemudian melakukan video call dengan menggunakan AI," jelas Kapolres.

Modus penipuan ini melibatkan tawaran palsu mengenai mobil lelangan dari Kejaksaan, di mana pelaku mengklaim bahwa mobil Pajero 2020 seharga Rp 400 juta dapat dibeli dengan harga hanya Rp 250 juta.

Kapolres Wahyu menyebutkan bahwa dua korban telah tertipu. Korban pertama, yang berasal dari Jakarta, mentransfer uang sebesar Rp 100 juta, sementara korban kedua dari Yogyakarta mentransfer Rp 135 juta. Untuk meyakinkan korban, pelaku juga menyuruh mereka menghubungi nomor yang mengaku sebagai pihak Kejaksaan dan mengirim bukti transfer palsu.

"Pelaku sangat profesional dalam melaksanakan modus operandi ini. Mereka menggunakan video call dengan wajah dan suara yang sangat mirip dengan saya," tambah Kapolres.

Melihat semakin canggihnya teknologi AI, Kapolres mengingatkan pentingnya edukasi masyarakat untuk mengenali modus penipuan berbasis AI. Ia juga menyarankan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memverifikasi informasi dan menggunakan teknologi keamanan seperti autentikasi dua faktor serta aplikasi anti-penipuan untuk melindungi diri dari ancaman digital.

Dengan semakin berkembangnya kecanggihan teknologi, kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk melindungi diri dari potensi penipuan berbasis AI. Kerja sama antara pemerintah, penyedia teknologi, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman.


Pilihan Untukmu