Penjabat Kades Loram Kulon, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, merenovasi makam Ki Moloyo Sangkan Kepala Desa Loram Kulon Harso menjelaskan, semula kami blusukan keliling desa.
Bratapos / Daerah

Penjabat Kades Loram Kulon, Kecamatan Jati Kabupaten Kudus, merenovasi makam Ki Moloyo Sangkan

Terbit : 23-Dec-2024, 09:23 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 562 Kali

Loram kulon||jateng.bratapos.com - Makam Islam Ganir terletak Desa Loram Kulon didalam komplex makam ada sebuah punden. Pada hari Minggu, tanggal 22 Desember 2024 Pemerintah Desa bersama warga mengadakan renovasi Punden Ki Moloyo Sangkan.

Mbah Achmadi ( 88 ) sesepuh Loram Kulon menjelaskan, makam Ganir menurut kisahnya dari yi Jalal itu apakah nama orang atau tidak, kalau manusia ya khalal jika ada warga meninggal dunia dimakamkan disini.Didalam komplek makam ada punden didalamnya ada makam Ki Moloyo Sangkan .

Berdasarkan cerita Petinggi Ikhsan , bahwa Ki Moloyo Sangkan adalah orang linuwih ( sekti - red ). Beliau mengsihi warga keturunan Cina namanya Tan sok. Dikisahkan Tan Sok mempunyai pabrik petasan ( mercon -red ). Suatu ketika Ki Moloyo Sangkan mengambil daun kelapa ( blarak -red ).Blarak tersebut diseret dari rumah Ki Moloyo Sangkan Loram Kulon menuju rumah Tan Sok sebelah utara Sleko. Tidak berselang lama pabrik mercon itu laris dipasaran, sehingga bisa membeli tanah untuk makam.

Tanah tersebut milik Suro Saridin, yang sampai sekarang berdiri sebuah bangunan Punden.Punden adalah sebuah bangunan cikal bakal yang didalamnya ada dua makam yakni makam Ki Moloyo Sangkan dan sahabatnya Kamituwo Truno Sariban.

Tanah makam tersebut dibeli oleh Ki Moloyo Sungkan kisaran tahun 1951.Sampai saat ini sudah diwakafkan untuk pemakaman umum Islam, Tan sok merupakan keluarga pabrik rokok, yang sampai saat ini menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar yakni PT. JARUM, pungkasnya.

Sementara itu Penjabat ( PJ ) Kepala Desa Loram Kulon Harso menjelaskan, semula kami blusukan keliling desa.Kami bertemu dengan BPD dan tokoh masyarakat. Dari blusukan tersebut kami mendapatkan informasi , ada sebuah makam yang menurut rencana mau dibuat kegiatan " Jati mengaji". Setelah kita tinjau bersama BPD dan tokoh masyarakat, ada sebuah bangunan Punden yang atap genting sudah pada bocor. Kami tersentuh untuk merenovasi, sehingga pada saatnya nanti bisa kita gunakan untuk giat " Jati mengaji". Progam Jati mengaji ini merupakan visi dan misi Camat Jati. Adapun dalam giat tersebut diisi berbagai kegiatan yasinan dan tahlilan. Progam ini sudah berjalan di Masjid, makam leluhur yang ada didesa dan bergiliran disemua makam yang ada di Desa Loram Kulon.

Dengan adanya giat renovasi Punden ini Kades berharap, semoga para generasi muda dapat mengingat leluhur yang ada didesanya. Disamping itu untuk menumbuh kembangkan jiwa kegotong royongan warga setempat,timpalnya.

Disinggung mengenai biaya renovasi Harso mengatakan ini murni hasil gotong royong bersama, tidak dari saya saja.Adapun makam tersebut jika sudah diserahkan ke Pemerintahan desa, akan kita lihat catatan sertifikatnya,pungkasnya.

Anggota BPD Achmad Sulikhan mengatakan, semula kegiatan " Jati mengaji" ini menindak lanjuti visi dan missi Pak Fisa Akbar Camat Jati. Pemerintah desa mengadakan musyarah desa ( musdes ) dengan BPD dan Tokoh P3B pemangku punden.Sehingga terbentuklah panitia bersama pemangku punden se Desa Loram Kulon. Adapun isi kegiatan Jati mengaji adalah Istighosah bersama dan tahlilan. Untuk giat awal di Balai desa, kemudian berputar dibeberapa makam , dan nanti setelah renovasi Punden ini selesai akan diadakan yang ke empat yakni di Makam Ki Moloyo Sungkan. Lebih detail dijelaskan terkait renovasi Punden ini, BPD dan Pemerintah Desa meninjau langsung kepunden untuk memastikan dibagian mana yang perlu direnovasi. Pada akhirnya diputuskan untuk mengganti atap genteng dan reng dari baja ringan. Mengingat tidak ada anggaran untuk pos ini, maka dengan kesadaran dan keikhlasan semua biaya ditanggung secara pribadi oleh Pak Suharso selaku Pj.Kades Loram Kulon. Ditambahkan pula bahwa Desa Loram Kulon ada sepuluh makam yang sudah mendapat SK P3B dari pusat makam Menara,pungkasnya.

Suharjo selaku Ketua BPD, mengatakan giat ini merupakan implentasi visi dan misi Pak Camat yang menggulirkan program " Jati mengaji". Disamping itu untuk memupuk jiwa solidaritas kegotong royongan yang hampir punah, katanya. ( Alex )


Pilihan Untukmu