Kudus||jateng.bratapos.com – Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Dr. Lestari Moerdijat, menggelar reses sekaligus sosialisasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang deteksi dini kanker payudara. Acara yang diadakan pada 22 Desember 2024 di Joglo Makho Desa Ngembalrejo, Kudus, ini bertujuan mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya mendeteksi kanker payudara sejak dini.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Terpilih Kabupaten Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Terpilih Belinda Putri Sabrina Bertton, dan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Akhwan. Sosialisasi ini juga melibatkan Pancacom (Pantura Cancer Community), sebuah komunitas peduli kanker yang terdiri dari pasien yang pernah berjuang melawan kanker payudara, sebagai penyampai materi SADARI.
Dalam sambutannya, Lestari Moerdijat menekankan bahwa 1 dari 8 perempuan Indonesia berisiko terkena kanker payudara. Kanker ini terus menjadi ancaman kesehatan utama bagi wanita di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker payudara diproyeksikan meningkat tujuh kali lipat pada tahun 2030.
“Deteksi dini adalah langkah penting untuk mengurangi angka kematian akibat kanker payudara. Jika terdeteksi lebih awal, peluang sembuh bisa mencapai lebih dari 90 persen,” jelas Dr. Siti Rahmawati, onkologis dari Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Sayangnya, lebih dari 95 persen pasien kanker payudara di Indonesia tidak pernah menjalani pemeriksaan klinis, sehingga kanker baru terdeteksi pada stadium lanjut. Gejala awal yang harus diwaspadai meliputi benjolan di payudara, perubahan bentuk atau ukuran payudara, hingga keluarnya cairan abnormal dari puting.
Selain deteksi dini, gaya hidup sehat juga menjadi faktor kunci dalam pencegahan kanker payudara. Mengadopsi pola makan bergizi, rutin berolahraga, dan menjauhi konsumsi alkohol serta rokok dapat membantu mengurangi risiko.
Di bulan Oktober lalu, yang diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara, berbagai kampanye edukasi digelar di seluruh Indonesia, termasuk pemeriksaan gratis oleh sejumlah organisasi kesehatan. Inisiatif seperti ini perlu didukung secara berkelanjutan agar masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan rutin dan pencegahan.
Lestari Moerdijat mengajak masyarakat untuk bergandengan tangan dalam menghadapi tantangan kanker payudara. “Ini bukan hanya masalah individu, tetapi tanggung jawab bersama yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak,” tegasnya.