Petani Desa Pasir, Demak, Tertarik Produksi Bawang Merah Pasta untuk Tingkatkan Nilai Jual Petani Desa Pasir, Demak, Tertarik Produksi Bawang Merah Pasta
Bratapos / Daerah

Petani Desa Pasir, Demak, Tertarik Produksi Bawang Merah Pasta untuk Tingkatkan Nilai Jual

Terbit : 05-Dec-2024, 12:45 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 185 Kali

Demak||jateng.bratapos.com - Petani bawang merah di Desa Pasir, Kecamatan Mijen, Demak, mulai melirik inovasi baru dengan memproduksi bawang merah dalam bentuk olahan pasta sebagai solusi menghadapi fluktuasi harga jual yang sering terjadi saat musim panen.

Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Pasir, Luluk Asih Islamiyah, menyebut bahwa inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan nilai jual bawang merah dan kesejahteraan petani. “Saat musim panen, harga bawang merah cenderung turun. Dengan memproduksi bawang pasta, kami berharap dapat menambah nilai ekonomi produk bawang merah,” ujarnya.

Luluk mengungkapkan ketertarikannya terhadap bawang merah pasta muncul setelah kunjungan studi banding ke Brebes bersama Bank Indonesia, di mana mereka mengamati produksi bawang merah pasta berskala besar. Produk tersebut dikemas dengan ukuran kecil menggunakan aluminium foil, yang memiliki potensi untuk menjangkau pasar nasional.

Desa Pasir telah menerima dukungan dari Bank Indonesia berupa bantuan pembangunan gedung produksi untuk mewujudkan rencana ini. Sebelumnya, kelompok tani di desa ini telah memproduksi bawang goreng, namun pangsa pasarnya masih terbatas di wilayah lokal.

“Mudah-mudahan dengan mengembangkan bawang pasta, kami bisa memperluas pasar hingga regional dan nasional. Selama ini, bawang pasta banyak diminati di kota-kota besar,” harap Luluk.

Syukron, Ketua Gabungan Kelompok Tani Bawang Merah Desa Pasir, menyebutkan bahwa desa mereka memiliki lahan bawang merah yang luas, mencapai sekitar 800 hektare. Menurutnya, stok bawang merah melimpah sehingga memungkinkan diversifikasi produk seperti bawang merah pasta untuk melengkapi produksi bawang goreng yang sudah berjalan.

“Kami sangat mendukung inovasi ini. Bawang merah pasta dapat menjadi alternatif produk unggulan dari petani Desa Pasir,” kata Syukron.

Luluk dan Syukron berharap adanya dukungan dari pemerintah dan berbagai pihak untuk membantu memasarkan produk petani Desa Pasir, baik bawang goreng maupun bawang merah pasta yang akan diproduksi. Dukungan ini diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi petani setempat.


Pilihan Untukmu