Petani Kertosari Gelar Tradisi Wiwit Panen Kopi Foto : Petani Kertosari gelar tradisi wiwit panen kopi.
Bratapos / Daerah

Petani Kertosari Gelar Tradisi Wiwit Panen Kopi

Terbit : 19-Jun-2025, 12:53 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 136 Kali

Temanggung || Jateng.Bratapos.com — Suasana semarak dan penuh syukur menyelimuti Desa Kertosari, Kecamatan Jumo, Temanggung, saat para petani kopi dari Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Warna Asri menggelar tradisi Wiwit Panen Kopi, Rabu (18/6/2025). Tradisi ini menjadi penanda dimulainya musim panen kopi sekaligus bentuk ungkapan terima kasih kepada Tuhan atas hasil bumi yang melimpah.

Kemeriahan terlihat sejak gunungan yang terbuat dari biji kopi merah dan tumpeng lainnya diarak dari desa menuju lahan kopi sejauh satu kilometer. Meski jalanan masih becek akibat hujan malam sebelumnya, antusiasme warga dan petani tetap tinggi mengikuti prosesi tersebut. Tradisi ini juga dihadiri oleh Bupati Temanggung Agus Setiawan, Kepala Perhutani KPH Kedu Utara Maria Indah Ambarwati, serta perwakilan dari PT Bank BNI dan PT Pupuk Kaltim.

Menurut Bupati Agus, tradisi ini tidak hanya mempererat nilai-nilai budaya lokal, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian, khususnya kopi. “Wiwit panen ini bukan sekadar simbolik, tetapi juga menjadi penyemangat bagi petani untuk terus berproduksi dan meningkatkan kualitas kopi Temanggung,” ujarnya.

Ketua LMDH Warna Asri menjelaskan bahwa Wiwit Panen Kopi merupakan warisan budaya sekaligus doa bersama agar hasil panen tahun ini membawa kesejahteraan. Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah dan mitra perusahaan terus mendukung petani dalam hal permodalan, pelatihan, serta akses pasar.

Tradisi ini menjadi pengingat bahwa kopi bukan hanya komoditas ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan sosial masyarakat Temanggung. Dengan semangat gotong royong dan doa bersama, petani berharap panen tahun ini bisa membawa berkah yang lebih besar.


Pilihan Untukmu