Semarang || Jateng.Bratapos.com – Menjelang aksi unjuk rasa para sopir truk di depan Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Polrestabes Semarang telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Aksi yang dijadwalkan berlangsung Senin (23/6/2025) itu diperkirakan akan memengaruhi arus kendaraan di jalur strategis Pantura, khususnya Jalan Siliwangi.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, AKBP Yunaldi, mengatakan bahwa rekayasa arus akan diterapkan untuk mencegah kemacetan, mengingat lokasi aksi berada tak jauh dari pintu keluar tol Krapyak. “Jika memang dari komunitas pengemudi truk jadi menggelar aksi di depan kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, rekayasa lalu lintas sudah disiapkan,” ujarnya, Minggu (22/6).
Skema pengalihan arus akan dilakukan sejak dari perbatasan barat Kota Semarang. Kendaraan dari arah barat akan dialihkan melalui tol Kaliwungu, sementara dari arah timur diarahkan masuk tol Muktiharjo atau Gayamsari. Polisi juga mengimbau sopir yang ikut aksi untuk tidak memarkirkan truk sembarangan agar tidak mengganggu lalu lintas.
AKBP Yunaldi menambahkan bahwa pihaknya tetap membuka ruang dialog dengan para pemilik maupun sopir truk. “Kami akan membantu memfasilitasi penyaluran aspirasi para pengemudi truk ke pemangku kepentingan yang terkait, sehingga tidak perlu digelar aksi,” imbuhnya.
Sebelumnya, aksi serupa terjadi di sejumlah kota di Jawa Tengah sebagai bentuk protes terhadap penerapan aturan Over Dimension and Over Load (ODOL). Selain menuntut revisi UU Lalu Lintas No. 22 Tahun 2009, para sopir juga mendesak adanya ruang dialog bersama pemerintah terkait tarif logistik, jaminan hukum, dan peningkatan kesejahteraan.