Kutai Timur || Jateng.Bratapos.com – Sejumlah proyek pembangunan di Desa Tanjung Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, yang digulirkan pada periode 2015 hingga 2017 diduga tidak rampung dan hingga kini belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Salah satu proyek yang disorot adalah pembangunan jalan semenisasi yang dimulai tahun 2016. Proyek ini disebut tidak terselesaikan hingga akhir masa jabatan Kepala Desa berinisial AS, yang menjabat kala itu. Selain itu, pembangunan Balai Pertemuan Umum (BPU) di RT 03 Tonda yang dimulai tahun 2015 juga dilaporkan mangkrak hingga sekarang.
"Antara 2016 atau 2017, pembangunan semenisasi itu fiktif, dan BPU RT 03 Tonda pun terbengkalai sejak anggaran 2015," ungkap seorang warga kepada media ini, Rabu (9/7), sembari meminta agar namanya tidak disebut.
Tak hanya soal fisik bangunan, warga juga mengeluhkan persoalan hak keuangan yang belum dibayarkan. Disebutkan, selama dua tahun berturut-turut sejak 2015, Kepala Desa AS tidak membayarkan honorarium bagi para anggota adat, padahal alokasi anggaran telah tersedia.
"Selama dua tahun gajinya tidak dibayar," tambahnya.
Deretan persoalan ini menimbulkan keresahan dan menjadi topik perbincangan masyarakat setempat. Mereka menilai banyak pembangunan di era kepemimpinan AS yang tidak tuntas dan tidak membawa kemajuan bagi desa.
Kini, Pemerintah Desa Tanjung Mangkalihat tengah berupaya melakukan revitalisasi desa melalui pengembangan sektor perikanan dan pariwisata bahari. Upaya ini didukung oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur agar desa tersebut bisa tumbuh menjadi wilayah yang mandiri dan berdaya saing.