Puluhan Truk Kepung DPRD Semarang, Tolak Aturan ODOL Foto : Puluhan truk kepung DPRD Semarang, tolak aturan ODOL.
Bratapos / Daerah

Puluhan Truk Kepung DPRD Semarang, Tolak Aturan ODOL

Terbit : 21-Jun-2025, 14:24 WIB // Pewarta : Kacab Jateng, Editor : Kacab Jateng // Viewers : 152 Kali

Ungaran || Jateng.Bratapos.com – Puluhan truk memadati Jalan Diponegoro, tepat di depan kantor DPRD Kabupaten Semarang, Jumat (20/6/2025), dalam aksi unjuk rasa menentang kebijakan Over Dimension Over Load (ODOL). Sebanyak 80 unit truk dikerahkan para sopir angkutan barang sebagai bentuk penolakan terhadap aturan yang dinilai merugikan mereka. Aksi ini merupakan bagian dari gelombang protes serupa yang sebelumnya terjadi di sejumlah daerah lain.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama aksi, Polres Semarang mengerahkan 235 personel ke berbagai titik strategis, termasuk di sekitar RSUD dr. Gondo Suwarno hingga simpang Pegadaian. Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, memimpin langsung pengamanan dan meminta seluruh anggotanya tetap mengedepankan pendekatan humanis. “Personel kami mampu memberikan pengertian secara persuasif, sehingga arus lalu lintas dari arah Semarang tetap bisa dilalui meski hanya satu lajur,” jelasnya.

Sementara itu, lalu lintas dari arah Solo dialihkan ke Jalan Slamet Riyadi untuk menghindari kemacetan. Sekitar pukul 10.00 WIB, perwakilan massa aksi diterima Wakil Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Drs. H. Umar Sujadi, bersama Kapolres dan Dandim 0714/Salatiga. “Kami mendengar dan menerima aspirasi para sopir, dan akan kami teruskan ke tingkat lebih atas,” ujar Umar dalam audiensi di ruang Aspirasi DPRD.

Kapolres Ratna juga menjelaskan bahwa saat ini kepolisian belum melakukan penindakan atas pelanggaran ODOL di lapangan. “Kami lebih fokus pada edukasi dan penyampaian informasi terlebih dahulu,” tegasnya. Sekitar pukul 13.00 WIB, massa mulai meninggalkan lokasi, namun sebagian masih bertahan di sekitar simpang Karoseri Laksana untuk melanjutkan aksi.

Setelah dilakukan imbauan langsung oleh Kapolres dan jajaran, para peserta aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib pada pukul 14.30 WIB. Meski sempat terjadi antrean kendaraan, arus lalu lintas tetap terkendali berkat kesigapan petugas. “Saya berterima kasih atas profesionalisme rekan-rekan semua. Meski sempat ada ketegangan, namun semuanya bisa dikendalikan dengan baik dan situasi tetap kondusif,” ujar AKBP Ratna saat apel konsolidasi pasca aksi. 


Pilihan Untukmu