Raja Mangkunegara IV: Bos Kontrakan dan Pengusaha Properti Pertama di Indonesia Raja Mangkunegara IV
Bratapos / Daerah

Raja Mangkunegara IV: Bos Kontrakan dan Pengusaha Properti Pertama di Indonesia

Terbit : 09-Nov-2024, 11:43 WIB // Pewarta : Arifin, Editor : Arifin // Viewers : 400 Kali

Solo||jateng.bratapos.com - Kekayaan menjadi tujuan yang dikejar oleh banyak orang agar terhindar dari kemiskinan, dan hal ini diterapkan oleh Raja Mangkunegara IV dari Kesultanan Mangkunegaran, Solo. Meskipun sudah kaya raya berkat sistem feodalisme yang ada di kerajaannya, Mangkunegara IV tidak puas begitu saja. Demi menambah pundi-pundi kas kerajaan dan mencari sumber pendapatan baru, ia alih profesi menjadi seorang pengusaha. Salah satu bisnis yang dia tekuni adalah bisnis sewa-menyewa rumah atau properti, yang menjadikannya bos kontrakan pertama di Indonesia.

Mangkunegara IV yang berkuasa dari tahun 1853 hingga 1881, melihat peluang besar dalam kebutuhan orang Belanda akan tempat tinggal sementara di tanah perantauan. Seperti yang diungkapkan oleh Daradjadi dalam tulisannya "Melawan Kolonialisme Melalui Modernisasi" (2019), orang Belanda di Jawa lebih memilih menyewa rumah ketimbang membeli, meskipun mereka memiliki uang cukup. Bagi mereka, membeli rumah berarti harus repot dengan aset yang akan ditinggalkan jika mereka harus kembali ke Eropa. Maka, Mangkunegara IV melihat ini sebagai peluang bisnis yang cerdas.

Raja Mangkunegara IV kemudian membeli sebidang tanah kosong di daerah Pendrikan dan membagi tanah tersebut menjadi beberapa kavling. Di atas tanah tersebut, ia membangun perumahan dengan desain modern yang sesuai dengan kebutuhan orang Belanda yang tinggal di Jawa. Proses pembangunan rumah sewa ini selesai pada tahun 1874, dan seperti yang diperkirakan, rumah-rumah tersebut langsung disewa oleh para Belanda dan Indo yang bekerja di Semarang.

Mangkunegara IV pun tercatat dalam sejarah sebagai pengusaha properti pertama di Indonesia, yang memulai bisnis sewa properti dengan mendirikan perumahan modern. Untuk mengelola bisnis ini, ia menunjuk cucunya, Raden Mas Gondosunaryo, sebagai pengurus dan kolektor sewa. Gondosunaryo bertanggung jawab untuk menagih pembayaran sewa dari para penyewa yang mayoritas berasal dari kalangan Belanda dan Indo.

Selain bisnis properti, Mangkunegara IV juga memiliki bisnis tambak ikan bandeng, di mana ia menyulap tanah kosong menjadi kolam ikan yang disewakan kepada petani. Meskipun demikian, properti dan tambak ikan bukanlah bisnis utama Mangkunegara IV. Bisnis utama yang membawa kekayaan luar biasa adalah gula. Raja yang lahir pada 3 Maret 1811 ini memiliki dua pabrik gula besar di Jawa, yang mampu menghasilkan ratusan ribu ton gula per tahun. Keuntungan yang didapatkan dari bisnis gula ini setara dengan 1 hingga 1,5 ton emas. Jika dihitung dalam nilai masa kini, keuntungan tersebut bisa mencapai Rp1 triliun.

Mangkunegara IV tercatat sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia pada abad ke-19. Ketika wafat, harta yang ditinggalkannya mencapai 25 juta gulden, menjadikannya sebagai figur penting dalam sejarah bisnis dan ekonomi Indonesia.

Dilansir dari; CNBC Indonesia


Pilihan Untukmu